Pembelajaran Kontekstual di SD Dorong Anak Menjadi Pembelajar Mandiri dan Reflektif
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Dalam dunia pendidikan
dasar, pembelajaran kontekstual menjadi salah satu pendekatan yang paling
penting karena mampu menghubungkan teori dengan situasi dunia nyata siswa. Guru
tidak hanya memberikan informasi, tetapi juga membantu anak memahami ide
melalui pengalaman langsung. Siswa diajak belajar dari hal-hal yang dekat
dengan mereka sendiri, seperti lingkungan rumah mereka, sekolah mereka, dan
komunitas di sekitar mereka. Misalnya, guru dapat mengajak siswa mengukur
panjang benda tertentu, seperti meja, papan tulis, atau halaman sekolah.
Kegiatan sederhana ini membantu anak menghafal satuan panjang dan memahami
konsep-konsep yang digunakan setiap hari. Pembelajaran menjadi lebih hidup,
menarik, dan mudah diingat oleh siswa karena ini.
Pembelajaran kontekstual juga
mendorong anak untuk menjadi pembelajar mandiri selain meningkatkan pemahaman
mereka tentang konsep. Siswa dididik untuk secara aktif mencari tahu, menggali
informasi, dan memecahkan masalah. Mereka belajar dari guru, teman, dan
lingkungannya. Guru biasanya memberi anak kesempatan untuk melakukan proyek
sederhana, berbicara, atau bekerja dalam kelompok kecil. Kegiatan ini
mengajarkan siswa untuk berpikir kritis, mendengarkan pendapat orang lain, dan
menghargai perbedaan. Hal ini secara tidak langsung melatih mereka untuk
berpikir kritis dan berani membuat keputusan berdasarkan apa yang mereka
ketahui.
Lebih jauh lagi, pembelajaran
kontekstual meningkatkan kemampuan anak untuk berpikir kritis. Setelah kegiatan
selesai, siswa diminta untuk memeriksa kembali apa yang telah mereka pelajari,
bagaimana mereka belajar, dan apa yang perlu mereka perbaiki. Karena membantu
anak mengenal diri mereka sebagai pembelajar, proses refleksi sangat penting.
Mereka mulai menyadari bahwa kesalahan adalah bagian dari proses belajar dan
bukanlah kegagalan. Siswa belajar cara berpikir dan bertindak yang lebih baik
dengan bantuan guru. Inilah yang membuat pembelajaran kontekstual begitu
penting: itu membangun siswa yang cerdas secara akademik, kritis, dan mandiri
dalam belajar. Metode ini akan membuat sekolah dasar menjadi tempat untuk
menghasilkan generasi yang tidak hanya memiliki pengetahuan tetapi juga mampu
bertindak dan berpikir bijaksana.
###
Penulis: Sabila Widyawati
Dokumentasi: Freepik