Pembelajaran Proyek sebagai Strategi Pembelajaran Bermakna di SD
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Pembelajaran berbasis proyek semakin banyak diterapkan di sekolah dasar. Pendekatan ini menekankan proses belajar melalui pengalaman nyata. Siswa terlibat dalam proyek yang relevan dengan kehidupan sehari-hari. Pembelajaran tidak hanya berorientasi pada hasil akhir. Proses menjadi bagian penting dari pembelajaran.
Secara teoritis, pembelajaran proyek berakar pada teori belajar pengalaman. Anak belajar melalui melakukan dan merefleksikan. Pengetahuan dibangun secara aktif. Guru berperan sebagai pembimbing dan fasilitator. Pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan aplikatif.
Dalam konteks pembelajaran SD, proyek dapat dirancang sederhana namun bermakna. Materi IPA dapat dikemas dalam proyek observasi lingkungan. Pembelajaran IPS dapat melibatkan proyek sosial sederhana. Siswa belajar bekerja sama dan bertanggung jawab. Proyek melatih keterampilan berpikir tingkat tinggi.
Pembelajaran proyek juga mendukung pengembangan keterampilan abad ke-21. Siswa belajar kolaborasi, komunikasi, dan kreativitas. Guru perlu merancang proyek yang sesuai dengan usia siswa. Evaluasi dilakukan secara autentik. Proses refleksi menjadi bagian penting dari pembelajaran.
Dengan demikian, pembelajaran berbasis proyek memperkaya pengalaman belajar siswa SD. Pendekatan ini mendorong pembelajaran yang bermakna. Pendidikan dasar tidak hanya berorientasi pada teori. Sekolah menjadi ruang eksplorasi dan inovasi.
Penulis: Aida Meilina