Pembelajaran Reflektif dalam Membangun Pemahaman Konseptual Siswa SD
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Pembelajaran reflektif merupakan pendekatan yang mendorong siswa untuk memikirkan kembali proses belajarnya. Pada pendidikan dasar, refleksi perlu dikenalkan secara sederhana dan terarah. Refleksi membantu siswa memahami apa yang telah dipelajari. Proses ini memperkuat pemahaman konseptual. Pembelajaran tidak berhenti pada penyampaian materi.
Dalam pembelajaran IPAS, refleksi dapat dilakukan melalui diskusi kelas. Guru dapat mengajukan pertanyaan terbuka kepada siswa. Siswa diajak menyampaikan pemahaman mereka dengan bahasa sendiri. Proses ini melatih kemampuan berpikir dan komunikasi. Refleksi menjadi sarana pemaknaan pembelajaran.
Pembelajaran reflektif juga membantu guru mengevaluasi proses pembelajaran. Respons siswa memberikan gambaran tingkat pemahaman mereka. Guru dapat menyesuaikan strategi pembelajaran selanjutnya. Dengan demikian, pembelajaran menjadi adaptif. Refleksi mendukung perbaikan berkelanjutan.
Refleksi tidak harus dilakukan dalam bentuk tertulis. Kegiatan lisan atau diskusi kelompok juga efektif. Guru perlu menciptakan suasana yang aman dan terbuka. Siswa merasa nyaman menyampaikan pendapat. Proses refleksi berjalan secara optimal.
Melalui pembelajaran reflektif, siswa belajar menyadari proses belajarnya sendiri. Pendidikan dasar menjadi tahap awal pengembangan metakognisi. Guru berperan sebagai fasilitator refleksi. Pembelajaran IPAS menjadi lebih mendalam. Refleksi memperkuat kualitas pembelajaran jangka panjang.
Penulis: Aida Meilina