Pembiasaan Membaca Doa Sebelum Belajar Jadi Ciri Sekolah Religius SD
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Salah satu kebiasaan
positif yang menjadi ciri khas sekolah dasar bernuansa religius adalah membaca
doa sebelum mulai belajar. Kegiatan sederhana ini bukan hanya rutinitas sebelum
pelajaran, tetapi juga memainkan peran penting dalam membentuk karakter peserta
didik dan menanamkan nilai moral pada mereka sejak dini. Pembiasaan ini
dilakukan secara bersamaan setiap hari di sekolah dasar, terutama yang berbasis
nilai keagamaan, dengan sangat disiplin dan khidmat.
Doa sebelum belajar memiliki makna
yang mendalam bagi siswa. Ini karena doa mendorong mereka untuk menyadari bahwa
pengetahuan yang mereka terima berasal dari Tuhan Yang Maha Esa. Oleh karena
itu, kegiatan belajar tidak hanya membantu siswa mencapai tujuan akademik,
tetapi juga membantu mereka beribadah dan memperkuat iman mereka. Pembiasaan
ini mengajarkan sikap rendah hati, menghargai ilmu, serta menumbuhkan kesadaran
bahwa keberhasilan belajar tidak terlepas dari pertolongan Tuhan.
Selain itu, kebiasaan membaca doa
meningkatkan semangat dan ketenangan saat belajar. Di awal dan akhir kelas,
guru biasanya memimpin doa sebagai contoh bagi siswa. Budaya religius yang kuat
di lingkungan sekolah muncul sebagai hasilnya. Siswa terbiasa mengingatkan satu
sama lain untuk berdoa, bersikap sopan, dan menghormati pendidik dan teman.
Kebiasaan ini secara bertahap membentuk karakter siswa yang disiplin, bermoral,
dan berjiwa sosial tinggi.
Sekolah religius diukur dari
banyaknya aktivitas keagamaan dan bagaimana prinsip spiritual dimasukkan ke
dalam kehidupan sehari-hari. Salah satu cara sederhana namun efektif untuk
menanamkan nilai religiusitas secara teratur adalah membaca doa sebelum belajar.
Selain itu, kegiatan ini berfungsi sebagai pembuka yang meningkatkan semangat
untuk belajar, menciptakan ikatan, dan memperkuat posisi sekolah sebagai
institusi pendidikan yang berbasis moral dan spiritual.
Dengan demikian, pembiasaan membaca
doa sebelum belajar bukan hanya ritual rutin, melainkan budaya positif yang
mencerminkan karakter religius sebuah sekolah dasar. Melalui kegiatan ini,
siswa belajar bahwa ilmu dan iman harus berjalan beriringan. Sekolah yang
menanamkan nilai tersebut akan mampu mencetak generasi yang cerdas,
berkarakter, dan berakhlak mulia.
###
Penulis: Sabila Widyawati
Dokumentasi: Pinterest