Pemilu Kelas Digital: WA Web sebagai Platform Voting Rahasia untuk Latihan Kewarganegaraan
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Pendidikan Kewarganegaraan (PKn) di sekolah dasar memiliki tanggung jawab untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi, transparansi, dan akuntabilitas, yang merupakan landasan dari SDG 16 (Institusi yang Kuat). Untuk mempraktikkan proses demokrasi secara aman dan modern, sekolah memanfaatkan fitur polling di WhatsApp Web sebagai platform utama untuk pemilihan Ketua Kelas, pengurus klub, atau pengambilan keputusan kolektif lainnya. Guru mengelola proses voting dari komputer melalui WA Web, memastikan kerahasiaan suara terjamin, dan hasil penghitungan otomatis tertera secara instan.
Pemanfaatan WhatsApp Web dalam konteks pemilihan ini mengajarkan siswa tentang integritas proses demokrasi. Siswa yang menjadi kandidat belajar cara berkampanye yang sehat, menyusun visi dan misi yang realistis, dan menerima hasil pemilihan dengan sportif. Fitur polling di WA Web memastikan setiap suara memiliki bobot yang sama dan terhitung, memberikan pengalaman langsung kepada siswa tentang prinsip "satu orang, satu suara." Proses ini jauh lebih efisien dan akurat dibandingkan penghitungan manual, meminimalkan potensi konflik dan kecurangan.
Guru menggunakan tampilan desktop WA Web untuk mengadministrasikan proses pemilihan dengan penuh tanggung jawab. Mereka dapat memantau kapan polling dimulai dan berakhir, serta memastikan hanya anggota kelas yang berhak saja yang ikut serta. Pengalaman ini mengajarkan siswa bahwa sistem yang kuat (seperti yang didukung teknologi) dapat menjamin keadilan dan transparansi. Hal ini merupakan pelajaran penting dalam mata pelajaran PKn, menghubungkan teori kedaulatan rakyat dengan praktik digital.
Selain pemilihan formal, WA Web juga dapat digunakan untuk pengambilan keputusan sehari-hari, seperti menentukan tema proyek kelas atau memilih tempat study tour. Siswa belajar tentang pentingnya musyawarah untuk mufakat dan bagaimana teknologi dapat mempercepat proses tersebut. Budaya dialog dan pengambilan keputusan yang inklusif ini menjadi modal sosial yang penting bagi pembangunan komunitas yang harmonis, sesuai dengan semangat SDG 16.
Secara keseluruhan, WhatsApp Web bertransformasi menjadi kotak suara digital yang mendukung pendidikan demokrasi di sekolah dasar. Teknologi ini tidak hanya memodernisasi proses pemilihan, tetapi juga menanamkan kepercayaan siswa pada sistem yang adil dan transparan. Siswa SD dipersiapkan menjadi warga negara yang sadar hak dan kewajiban mereka, yang mampu menggunakan teknologi untuk memperkuat institusi yang demokratis.
###
Penulis: Maulidia Evi Aprilia