Pendidikan Dasar di Tengah Perubahan Cuaca dan Pembelajaran Adaptif
Perubahan cuaca memengaruhi aktivitas sekolah dasar. Hujan, panas ekstrem, dan banjir sering mengganggu pembelajaran. Sekolah harus beradaptasi. Pembelajaran tidak bisa selalu berjalan normal. Pendidikan dasar menghadapi tantangan nyata.
Pembelajaran adaptif menjadi kebutuhan. Guru perlu fleksibel dalam metode dan media. Aktivitas luar ruang bisa diganti dengan simulasi. Anak tetap belajar meski kondisi berubah. Pendidikan dasar harus tangguh.
Cuaca juga bisa menjadi sumber belajar. IPAS dapat memanfaatkan fenomena alam. Anak belajar sains secara kontekstual. Pembelajaran menjadi relevan. Sekolah tidak terpisah dari lingkungan.
Adaptasi juga mencakup kesehatan dan keselamatan. Anak perlu dilindungi dari risiko cuaca ekstrem. Sekolah harus peka terhadap kondisi siswa. Pendidikan dasar harus berorientasi pada keselamatan. Belajar tidak boleh membahayakan.
Menghadapi perubahan cuaca, pendidikan dasar harus inovatif. Sekolah menjadi ruang belajar yang responsif. Anak belajar beradaptasi sejak dini. Pendidikan dasar menyiapkan generasi tangguh. Dari tantangan, pembelajaran tumbuh.
Penulis: Aida Meilina