Pendidikan Kesehatan Reproduksi Dasar untuk Anak SD secara Humanis dan Edukatif
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Pendidikan kesehatan
reproduksi di sekolah dasar sering kali dianggap topik yang tabu, padahal
justru penting dikenalkan sejak dini dengan cara yang tepat. Anak-anak perlu
dibekali pemahaman dasar tentang tubuh mereka, perbedaan antara laki-laki dan
perempuan, serta bagaimana menjaga diri dari hal-hal yang bisa membahayakan.
Tentunya, penyampaian materi ini tidak boleh kaku atau menakutkan. Guru bisa
menggunakan bahasa sederhana, cerita, atau permainan peran agar anak merasa
nyaman dan tidak malu bertanya. Pendekatan yang humanis membantu anak memahami
bahwa tubuh mereka berharga dan harus dihormati, baik oleh diri sendiri maupun
orang lain.
Selain itu, pendidikan ini juga
berperan penting dalam membangun sikap tanggung jawab dan rasa hormat terhadap
sesama. Anak-anak yang memahami kesehatan reproduksi sejak dini cenderung lebih
menghargai batasan pribadi dan mampu berkata “tidak” saat menghadapi situasi
yang tidak pantas. Dengan cara edukatif yang menyenangkan—seperti melalui buku
cerita, film animasi, atau diskusi ringan—materi sensitif ini bisa diterima
secara alami tanpa menimbulkan rasa canggung. Jadi, pendidikan kesehatan
reproduksi bukan soal membicarakan hal dewasa, tetapi soal menanamkan
nilai-nilai perlindungan diri, rasa hormat, dan kesadaran akan pentingnya
menjaga tubuh sejak usia sekolah dasar.
###
Penulis: Sabila Widyawati