Pendidikan Seksual Sehat di SD sebagai Langkah Pencegahan Kekerasan dan Pelecehan Anak
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Pendidikan seksual
sering kali dianggap tabu untuk dibicarakan di usia sekolah dasar, padahal
justru di masa inilah anak perlu diberi pemahaman yang benar tentang tubuh dan
batasan diri. Melalui pendidikan seksual yang sehat, guru dan orang tua dapat
membantu anak mengenali bagian tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh orang
lain, serta cara berkata “tidak” jika merasa tidak nyaman. Pendekatan ini bukan
untuk mengajarkan hal-hal yang tidak pantas, melainkan untuk melindungi anak
dari potensi kekerasan dan pelecehan sejak dini. Saat anak paham tentang
privasi tubuhnya, mereka akan tumbuh lebih berani dan tahu cara mencari
pertolongan bila mengalami situasi yang berisiko.
Selain itu, pendidikan seksual di
sekolah dasar juga menjadi jembatan penting untuk membangun komunikasi terbuka
antara anak, guru, dan orang tua. Dengan cara penyampaian yang sesuai
usia—misalnya lewat cerita, permainan peran, atau diskusi ringan—anak bisa
belajar menghargai tubuh sendiri dan orang lain. Di era digital saat ini,
paparan informasi yang salah tentang seksualitas bisa datang dari mana saja,
sehingga pendidikan formal yang benar menjadi benteng utama. Melalui pemahaman
yang sehat dan penuh empati, sekolah dasar tidak hanya menjadi tempat belajar
akademik, tetapi juga ruang aman bagi tumbuh kembang anak secara utuh.
###
Penulis: Sabila Widyawati