Penggunaan Media Konkret terhadap Pemahaman Konsep Pecahan
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —
Sebagian besar siswa sekolah dasar menganggap pembelajaran matematika sulit,
terutama ketika berbicara tentang materi abstrak
seperti pecahan. Banyak siswa
menghafal cara menghitung pecahan, tetapi mereka tidak memahami artinya. Media
konkret sangat penting dalam hal ini. Media konkret memudahkan siswa untuk
melihat, menyentuh, dan memanipulasi objek nyata. Ini membantu mereka memahami
konsep matematika yang abstrak.
Media konkret dapat
berupa hal-hal yang ada di sekitar siswa, seperti kue, potongan kertas,
blok bangunan, atau bahkan tutup botol. Misalnya, siswa dapat melihat
langsung bahwa satu kue dibagi menjadi dua bagian yang sama besar, dan satu
bagian disebut setengah. Kegiatan ini membantu siswa menghafal simbol pecahan
dan memahami maknanya.
Menurut
penelitian dan pengalaman di lapangan, menggunakan media konkret dalam
pembelajaran pecahan dapat meningkatkan pemahaman konsep secara signifikan. Siswa menjadi lebih
aktif, termotivasi, dan lebih berani berbicara. Selain itu, mereka lebih mudah
dikaitkan dengan komponen dalam kehidupan sehari-hari, seperti membagi makanan
atau mengukur jumlah bahan saat memasak. Proses belajar menjadi lebih bermakna
dan menyenangkan karena hal ini. Media konkret juga membantu guru mengatasi
perbedaan kemampuan belajar antar siswa.
Penggunaan benda nyata membantu siswa dengan gaya belajar visual atau
kinestetik memahami konsep dengan lebih cepat. Guru juga dapat meningkatkan
kreativitas siswa dengan membuat media sederhana yang menarik dan sesuai dengan
gaya belajar siswa mereka.
Oleh karena itu, penggunaan media konkret merupakan komponen penting dari strategi pembelajaran yang efektif dan bukan hanya sekadar alat bantu. Siswa dapat memperoleh pemahaman yang lebih mendalam tentang konsep pecahan melalui pengalaman langsung dan interaksi dengan benda nyata. Terakhir, pembelajaran matematika dapat berubah menjadi kegiatan yang menyenangkan dan bermanfaat. Agar siswa tidak hanya mahir menghitung pecahan, mereka harus terus menggunakan media konkret.
###
Penulis: Sabila Widyawati
Dokumentasi: Pinterest