Penguatan Literasi Sains Siswa SD melalui Pembelajaran IPAS yang Kontekstual
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Literasi sains merupakan kemampuan penting yang perlu dikembangkan sejak pendidikan dasar. Literasi ini tidak hanya berkaitan dengan penguasaan konsep, tetapi juga kemampuan memahami fenomena alam secara logis. Pembelajaran IPAS di sekolah dasar memiliki peran penting dalam membangun literasi sains siswa. Materi yang disajikan berkaitan langsung dengan lingkungan sekitar siswa. Oleh karena itu, pembelajaran IPAS perlu dirancang secara kontekstual dan bermakna.
Pendekatan kontekstual memungkinkan siswa mengaitkan konsep sains dengan pengalaman sehari-hari. Dalam pembelajaran IPAS, siswa diajak mengamati fenomena alam yang mereka jumpai. Proses ini membantu siswa memahami bahwa sains hadir dalam kehidupan nyata. Pembelajaran tidak lagi terasa abstrak dan jauh dari pengalaman siswa. Pemahaman konseptual pun berkembang secara alami.
Guru memiliki peran penting dalam mengarahkan proses pembelajaran kontekstual. Guru perlu merancang aktivitas yang mendorong siswa untuk mengamati, bertanya, dan menyimpulkan. Diskusi kelas menjadi sarana untuk menguatkan pemahaman siswa. Proses ini melatih siswa berpikir sistematis dan logis. Literasi sains berkembang melalui pengalaman belajar yang terstruktur.
Media digital dapat dimanfaatkan untuk memperkaya pembelajaran IPAS. Video pembelajaran membantu siswa memvisualisasikan konsep yang sulit diamati secara langsung. Namun, penggunaan media harus disertai dengan pendampingan guru. Diskusi setelah penggunaan media menjadi bagian penting dalam pembelajaran. Dengan demikian, media berfungsi sebagai alat bantu pedagogis.
Penguatan literasi sains di pendidikan dasar menjadi investasi jangka panjang. Siswa yang memiliki literasi sains yang baik akan lebih siap menghadapi tantangan masa depan. Pembelajaran IPAS tidak hanya berorientasi pada capaian akademik. Nilai berpikir kritis dan rasa ingin tahu juga dikembangkan. Pendidikan dasar berperan penting dalam membentuk generasi yang melek sains.
Penulis: Aida Meilina