Penguatan Toleransi dan Keberagaman melalui Pembelajaran Kontekstual di Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Keberagaman merupakan bagian dari realitas sosial yang perlu dikenalkan sejak dini kepada peserta didik. Sekolah dasar memiliki peran penting dalam menanamkan nilai toleransi dan saling menghormati melalui pembelajaran kontekstual. Pendidikan tentang keberagaman dilakukan secara bertahap dan sesuai dengan perkembangan siswa.
Dalam pembelajaran, guru mengaitkan materi dengan perayaan keagamaan dan budaya yang ada di lingkungan sekitar. Perayaan Natal, misalnya, dimanfaatkan sebagai sarana untuk membahas nilai kebersamaan, kasih, dan toleransi. Siswa diajak memahami perbedaan sebagai kekayaan sosial yang perlu dihargai.
Pendekatan pembelajaran ini membantu siswa mengembangkan sikap empati dan keterbukaan. Diskusi kelas digunakan untuk menumbuhkan pemahaman bahwa setiap individu memiliki latar belakang yang berbeda. Pendidikan karakter menjadi bagian penting dari proses belajar.
Penguatan toleransi sejalan dengan tujuan pembangunan berkelanjutan yang menekankan perdamaian dan keadilan sosial. Pendidikan dasar menjadi fondasi dalam membentuk generasi yang mampu hidup berdampingan secara harmonis dalam masyarakat yang beragam.
Dengan pembelajaran yang menekankan toleransi dan keberagaman, sekolah dasar berkontribusi dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan damai. Nilai-nilai ini menjadi bekal penting bagi siswa dalam kehidupan bermasyarakat di masa depan.
###
Penulis: Anisa Rahmawati