Peningkatan Keterampilan Berpikir Kritis melalui Pembelajaran Berbasis Masalah
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Salah satu kemampuan penting yang harus
dimiliki siswa di abad ke-21 adalah kemampuan berpikir kritis. Berpikir kritis
tidak hanya melibatkan kemampuan untuk menganalisis data, tetapi juga
melibatkan menilai, mengevaluasi, dan membuat keputusan yang rasional.
Keterampilan ini membantu siswa memecahkan masalah secara kreatif dan
bertanggung jawab dalam pendidikan. Pembelajaran Berbasis Masalah, juga dikenal
sebagai PBL, adalah salah satu pendekatan pembelajaran yang dinilai berhasil
untuk meningkatkan kemampuan tersebut.
Pembelajaran berpusat pada siswa
(PBL) adalah model pembelajaran yang menekankan keterlibatan aktif siswa dalam
memecahkan masalah nyata. Menurut Barrows dan Tamblyn (1980), PBL memberi siswa
kesempatan untuk membangun keterampilan berpikir kritis mereka dengan
mempelajari masalah nyata. Selama proses ini, siswa dihadapkan untuk mencari
informasi, mengolah data, dan menguji hipotesis secara mandiri dan kolaboratif
karena mereka dihadapkan pada masalah yang kompleks tanpa solusi langsung.
PBL digunakan dalam pembelajaran
melalui beberapa langkah. Guru memulai dengan menampilkan tantangan yang
relevan. Selanjutnya, siswa bekerja sama untuk menemukan apa yang sudah mereka
ketahui, apa yang harus mereka pelajari, dan bagaimana mereka mendapatkan
informasi tersebut. Pembelajaran termasuk diskusi kelompok, eksperimen, dan
pencarian literatur. Pada akhirnya, siswa berbicara tentang proses dan
mempresentasikan solusi yang mereka buat. Mampu menggabungkan pengetahuan
teoritis dengan keterampilan praktis adalah salah satu keuntungan PBL. Siswa
tidak hanya menghafal ide-ide, tetapi juga belajar bagaimana menggunakan
ide-ide tersebut dalam situasi kehidupan nyata. Ini sejalan dengan Facione
(2015), yang menyatakan bahwa berpikir kritis mencakup interpretasi, analisis,
evaluasi, dan penarikan kesimpulan yang tepat berdasarkan bukti. PBL membiarkan
seluruh aspek tersebut dilatih berulang kali.
Oleh karena itu, salah satu cara
terbaik untuk meningkatkan keterampilan berpikir kritis siswa adalah dengan
menerapkan pembelajaran berbasis masalah di sekolah. Dengan dukungan guru
sebagai fasilitator, masalah yang tepat dipilih, dan lingkungan belajar yang
menyenangkan, metode ini akan lebih efektif. Dalam jangka panjang, siswa yang
mengembangkan keterampilan berpikir kritis akan lebih siap menghadapi tantangan
di masa depan yang berkaitan dengan pendidikan, sosial, dan karir mereka.
###
Penulis: Sabila Widyawati
Dokumentasi: Pinterest