Pentingnya Aktivitas Terjemahan dalam Penguatan Literasi Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Terjemahan adalah aktivitas yang dapat membantu siswa memahami hubungan antarbahasa. Di sekolah dasar, kegiatan ini dapat dimulai dari teks sederhana. Siswa dapat menerjemahkan kata-kata dasar seperti benda di kelas atau hewan. Aktivitas ini memperkaya kosakata siswa tanpa tekanan. Pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan interaktif. Terjemahan juga membantu siswa membedakan struktur kalimat dalam dua bahasa. Mereka belajar bahwa tidak semua kata bisa diterjemahkan secara langsung. Diskusi mengenai perbedaan makna membantu mengasah penalaran bahasa. Guru dapat memberikan contoh situasi yang menunjukkan variasi makna. Dengan demikian, siswa belajar bahasa secara lebih kontekstual.
Aktivitas terjemahan juga dapat menjadi jembatan budaya. Ketika menerjemahkan cerita rakyat, siswa belajar tentang nilai moral dan tradisi. Guru bisa membandingkan cerita lokal dengan cerita dari negara lain. Siswa menjadi lebih terbuka dan menghargai keragaman budaya. Pemahaman ini penting untuk membangun sikap toleransi sejak dini.
Terjemahan dapat dikombinasikan dengan kegiatan menulis kreatif. Setelah menerjemahkan cerita, siswa dapat membuat versi mereka sendiri. Aktivitas ini melatih imajinasi dan kemampuan menyusun kalimat. Guru dapat memberikan umpan balik untuk mengembangkan kemampuan mereka. Dengan cara ini, literasi dasar berkembang lebih komprehensif.
Kegiatan terjemahan sebaiknya dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan siswa. Guru bisa memulai dari kata, lalu frasa, hingga kalimat sederhana. Proses bertahap ini membantu siswa membangun rasa percaya diri. Pembelajaran pun terasa lebih mudah dan menyenangkan. Dengan pendekatan yang tepat, kemampuan literasi siswa meningkat signifikan.
Penulis : Nia Ayu Anggraeni
Sumber: google.images.com