Peran Guru Sekolah Dasar dalam Merancang Pembelajaran yang Runtut dan Reflektif
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Guru sekolah dasar memiliki peran sentral dalam menentukan kualitas pembelajaran. Pada jenjang ini, guru tidak hanya menyampaikan materi, tetapi juga membentuk cara belajar siswa. Pembelajaran yang runtut dan reflektif menjadi kebutuhan utama dalam pendidikan dasar. Tanpa perencanaan yang matang, pembelajaran berisiko menjadi terfragmentasi. Oleh karena itu, guru perlu memiliki pemahaman pedagogis yang kuat.
Pembelajaran yang runtut ditandai dengan alur penyampaian materi yang logis dan sistematis. Guru perlu menghubungkan pengetahuan awal siswa dengan materi baru. Setiap tahapan pembelajaran harus saling berkaitan. Hal ini membantu siswa membangun pemahaman secara bertahap. Proses belajar menjadi lebih terarah dan efektif.
Refleksi merupakan bagian penting dalam pembelajaran yang berkualitas. Melalui refleksi, siswa diajak menyadari apa yang telah dipelajari. Guru dapat memfasilitasi refleksi melalui diskusi atau pertanyaan terbuka. Proses ini membantu siswa memperdalam pemahaman. Refleksi juga memberikan umpan balik bagi guru.
Penggunaan media digital dapat mendukung pembelajaran yang runtut dan reflektif. Media visual membantu memperjelas konsep yang dipelajari. Namun, media perlu diintegrasikan secara terencana. Guru tetap menjadi pengarah utama dalam pembelajaran. Teknologi berfungsi sebagai pendukung, bukan pengganti peran guru.
Dengan pembelajaran yang runtut dan reflektif, siswa belajar secara lebih bermakna. Guru berperan sebagai fasilitator dan pembimbing proses belajar. Pendidikan dasar menjadi tahap penting pembentukan kebiasaan belajar positif. Pembelajaran yang dirancang dengan baik akan berdampak jangka panjang. Kualitas pendidikan dasar pun semakin meningkat.
Penulis: Aida Meilina