Peran Ice Breaking dalam Meningkatkan Konsentrasi Belajar Peserta Didik SD
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Ice breaking adalah strategi
yang sering digunakan dalam pembelajaran untuk membuat kelas menjadi
menyenangkan dan mendorong peserta didik untuk terlibat. Peserta didik di
sekolah dasar seringkali merasa bosan saat belajar dan memiliki rentang
perhatian yang pendek. Oleh karena itu, memecahkan ice breaking menjadi alat
yang bagus untuk membuat pikiran mereka segar kembali sebelum kembali fokus
pada pelajaran. Aktivitas ini dapat berupa kuis interaktif yang menarik,
permainan sederhana, atau gerakan fisik.
Salah satu manfaat utama ice breaking yakni dapat meningkatkan
konsentrasi belajar peserta didik. Setelah duduk diam dalam waktu lama, peserta
didik membutuhkan jeda sejenak untuk melepaskan kejenuhan, selah satunya dengan
melakukan ice breaking. Dengan melakukan ice breaking, mereka dapat mengurangi
rasa lelah, meningkatkan sirkulasi darah, dan memperbaiki suasana hati. Hal ini
membantu otak untuk kembali siap menerima informasi baru, sehingga efektivitas
pembelajaran meningkat.
Selain itu, ice breaking juga memperkuat
interaksi sosial di dalam kelas. Aktivitas atau permainan yang melibatkan kerja
sama dapat meningkatkan hubungan peserta didik satu sama lain dan menciptakan
lingkungan belajar yang lebih nyaman dan inklusif. Saat peserta didik menjadi
lebih akrab dengan teman-temannya, mereka cenderung lebih berani berpartisipasi
dalam diskusi dan lebih termotivasi untuk belajar.
Dengan demikian, ice breaking menjadi bagian penting perencanaan
pembelajaran di sekolah dasar. Guru dapat menggunakannya secara strategis, baik
di awal, tengah, maupun akhir pembelajaran untuk menjaga energi dan fokus
peserta didik. Oleh sebab itu, ice breaking bukan hanya sekadar selingan,
tetapi juga strategi yang mendukung peningkatan kualitas pembelajaran secara
keseluruhan.
Penulis: Sabila Widyawati
Dokumentasi: Pinterest