Peran Swasta dalam Menjembatani Jurang Digital Pendidikan
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Pemerintah
tidak bisa bekerja sendiri dalam mengatasi disparitas digital yang begitu lebar
antara sekolah dasar di pusat dan di daerah terpencil. Keterlibatan sektor
swasta melalui skema kemitraan pemerintah-swasta (PPP) menjadi kunci utama
untuk mempercepat distribusi teknologi ke wilayah-wilayah yang sulit dijangkau
oleh anggaran publik. Kerja sama ini diharapkan mampu menghadirkan inovasi
teknologi yang lebih murah, tahan lama, dan sesuai dengan kondisi lapangan di
pedesaan.
Beberapa perusahaan
rintisan teknologi pendidikan (EdTech) telah mulai masuk ke pedesaan
dengan model konten offline-first yang sangat membantu sekolah minim
sinyal. Inisiatif semacam ini perlu didukung oleh regulasi yang mempermudah
investasi swasta di sektor pendidikan daerah tertinggal. Selain itu, perusahaan
penyedia perangkat keras dapat berperan dalam menyediakan skema sewa-pakai atau
perangkat daur ulang layak pakai untuk sekolah dasar marginal.
Namun, kolaborasi ini
harus diawasi ketat agar tidak sekadar menjadi ajang pemasaran produk bagi
siswa SD. Literasi digital harus tetap menjadi tujuan utama, bukan sekadar
konsumerisme teknologi. Perusahaan swasta harus didorong untuk memberikan
pelatihan berkelanjutan bagi guru dan staf sekolah sebagai bagian dari tanggung
jawab sosial mereka.
Jika ekosistem ini
terbentuk, jurang digital dapat dipersempit lebih cepat dari jadwal yang
diperkirakan. Kekuatan inovasi swasta yang digabungkan dengan kewenangan
regulasi pemerintah akan menjadi mesin pendorong transformasi pendidikan yang
luar biasa. Masa depan digital anak-anak desa adalah tanggung jawab kolektif
semua elemen bangsa.
###
Penulis: Nur Santika
Rokhmah