PIP Membantu Pemerataan Akses Pendidikan Dasar bagi Anak dari Keluarga Kurang Mampu
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Program Indonesia Pintar (PIP) merupakan program bantuan pendidikan dari pemerintah yang bertujuan membantu peserta didik dari keluarga kurang mampu agar tetap dapat mengenyam pendidikan. Pada jenjang pendidikan dasar, PIP menjadi penopang penting bagi anak-anak yang rentan putus sekolah karena keterbatasan ekonomi. Bantuan ini menunjukkan komitmen negara dalam memastikan setiap anak memperoleh hak pendidikan yang layak.
Melalui PIP, siswa sekolah dasar menerima bantuan biaya yang dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan pendidikan, seperti membeli perlengkapan sekolah, seragam, alat tulis, hingga biaya penunjang lainnya. Bantuan ini meringankan beban orang tua sehingga anak dapat bersekolah dengan lebih nyaman dan percaya diri. Kondisi ekonomi yang lebih stabil turut membantu anak fokus pada proses belajar tanpa rasa khawatir berlebihan.
PIP juga berperan dalam menekan angka putus sekolah di tingkat pendidikan dasar. Anak-anak dari keluarga kurang mampu memiliki kesempatan yang sama untuk menyelesaikan pendidikan tanpa harus bekerja atau berhenti sekolah lebih awal. Dengan keberlanjutan pendidikan yang terjaga, anak memiliki peluang lebih besar untuk mengembangkan potensi akademik dan nonakademik secara optimal.
Dari sisi pendidikan karakter, keberadaan PIP menumbuhkan motivasi belajar dan rasa tanggung jawab pada siswa. Anak diajak memahami bahwa bantuan yang diterima merupakan bentuk dukungan agar mereka bersungguh-sungguh dalam belajar. Guru dan sekolah pun berperan mengawasi pemanfaatan bantuan agar tepat sasaran dan benar-benar mendukung kebutuhan pendidikan siswa.
Jika dikaitkan dengan Sustainable Development Goals (SDGs), PIP sangat selaras dengan SDGs poin 4 tentang pendidikan berkualitas, karena mendorong pemerataan akses pendidikan bagi semua anak tanpa diskriminasi ekonomi. Program ini menjadi bukti bahwa pendidikan dasar yang inklusif dan berkeadilan dapat diwujudkan melalui kebijakan yang berpihak pada peserta didik yang membutuhkan.
###
Penulis: Nadya Ulya Octavianisa