Pojok Baca Keliling di SD Bantu Anak Akses Buku dengan Cara Menyenangkan
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Di era digital seperti
sekarang, minat baca anak-anak mulai menurun karena lebih tertarik pada gawai
dan permainan daring. Untuk mengatasi hal itu, sejumlah sekolah dasar mulai
berinovasi dengan menghadirkan Pojok Baca
Keliling. Program ini hadir sebagai cara baru agar siswa bisa menikmati
bacaan tanpa harus pergi ke perpustakaan utama. Buku-buku dibawa ke setiap
kelas menggunakan rak dorong atau kotak warna-warni yang menarik perhatian.
Anak-anak bisa membaca kapan saja di waktu luang, bahkan di sela jam istirahat.
Cara ini membuat kegiatan membaca terasa lebih santai dan tidak membosankan.
Selain memperluas akses terhadap
buku, Pojok Baca Keliling juga
menumbuhkan semangat literasi dan rasa ingin tahu siswa sejak dini. Guru sering
mengajak anak berdiskusi ringan setelah membaca cerita, sehingga mereka belajar
memahami isi bacaan sekaligus berani berpendapat. Dengan suasana yang
menyenangkan, membaca tidak lagi dianggap sebagai kewajiban, melainkan kegiatan
yang dinantikan. Inovasi sederhana ini menjadi bukti bahwa menumbuhkan budaya
literasi tidak harus rumit—cukup dengan cara kreatif dan penuh keceriaan di
lingkungan sekolah dasar.
###
Penulis: Sabila Widyawati