Praktik Literasi Numerasi Berbasis SDGs Hadir lewat Pengiriman Data Sederhana di SD
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Penguatan literasi numerasi kembali mendapat sorotan setelah
sejumlah siswa sekolah dasar mulai berlatih mengirim data sederhana melalui
pesan digital. Kegiatan ini muncul sebagai upaya memperkenalkan analisis data
dasar sejak usia dini. Langkah tersebut dinilai sejalan dengan semangat SDGs
khususnya tujuan Pendidikan Bermutu.
Dalam
penerapannya, siswa diminta mengamati fenomena ringan di sekitar seperti jumlah
penggunaan air harian atau lama belajar sebelum tidur. Hasil pengamatan
kemudian disusun menjadi data kecil yang terdiri atas angka dasar dan kategori
sederhana. Data tersebut dikirimkan melalui pesan sehingga siswa dapat berlatih
menyampaikan informasi yang jelas dan terstruktur. Cara ini membuat literasi
numerasi tidak lagi terasa rumit bagi siswa sekolah dasar.
Beberapa
pendidik melihat pendekatan ini sebagai cara baru mengenalkan budaya membaca
angka yang sebelumnya jarang disentuh di kelas rendah. Pengiriman data melalui
pesan dinilai mampu mendorong keberanian siswa untuk berlatih menafsirkan
besaran kecil secara mandiri. Hal ini menjadi langkah awal untuk menanamkan
pemahaman bahwa data hadir dalam kehidupan nyata bukan hanya di lembar latihan
sekolah.
Selain
itu, aktivitas ini membuka ruang dialog antar siswa karena setiap data yang
terkirim biasanya memicu pertanyaan atau perbandingan dari teman lain. Beberapa
siswa mulai memperhatikan bahwa informasi angka dapat menggambarkan pola
sederhana seperti kebiasaan kelas atau penggunaan energi di rumah. Pengalaman
ini menunjukkan bahwa numerasi dapat tumbuh melalui percakapan ringan yang
dekat dengan kehidupan sehari hari.
Para
pendidik juga melihat peluang besar untuk menghubungkan kegiatan ini dengan
SDGs terutama pada tema pendidikan yang inklusif dan relevan bagi masa depan.
Literasi numerasi dianggap menjadi salah satu fondasi penting agar generasi
muda dapat memahami persoalan global seperti statistik lingkungan dan
perkembangan sosial. Melatih siswa membaca data sejak dini berarti membangun
kemampuan analitis yang kelak mereka butuhkan sebagai warga dunia.
Penggunaan
pesan digital dalam kegiatan ini juga mencerminkan perubahan budaya belajar di
sekolah dasar. Anak anak tidak hanya belajar membaca dan menulis tetapi juga
mengenal cara bertanggung jawab dalam menyampaikan informasi. Pemahaman tentang
kebenaran data dan pentingnya menyampaikan angka secara tepat menjadi bagian
dari pembentukan karakter dalam literasi modern.
Inisiatif
ini memberi gambaran bahwa praktik sederhana dapat membawa dampak besar bila
dilakukan secara konsisten. Latihan statistik kecil melalui pesan digital
membuka jalan bagi pendekatan pembelajaran yang lebih kontekstual dan bermakna.
Siswa bukan sekadar mengirim angka tetapi sedang menanam benih kemampuan
literasi numerasi yang akan menjadi bekal mereka dalam memahami dunia yang
terus bergerak dengan data.
###
Penulis: Sevian Ageng Wahono