Program Kakak Asuh Kelas: Siswa Kelas Tinggi Mengajarkan Doa Buka Puasa kepada Adik Kelas
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Sebuah metode pembelajaran rekan sebaya (peer teaching) diterapkan di sekolah dasar untuk meningkatkan hafalan doa-doa harian, termasuk doa buka puasa. Dalam program ini, siswa kelas 5 dan 6 ditunjuk sebagai "Kakak Asuh" yang bertugas membimbing adik-adik kelas 1 dan 2 saat jam istirahat atau kegiatan keputrian/kerohanian. Kakak kelas dengan penuh kesabaran mengajarkan lafal doa, memperbaiki tajwid, dan menjelaskan arti dari doa tersebut menggunakan bahasa anak-anak yang mudah dimengerti. Interaksi ini menciptakan ikatan persaudaraan yang kuat antarjenjang kelas di sekolah.
Program ini tidak hanya bermanfaat bagi adik kelas yang belajar doa buka puasa, tetapi juga melatih rasa tanggung jawab dan kepemimpinan bagi siswa kelas tinggi. Mereka belajar bagaimana cara berkomunikasi yang baik, menjadi teladan, dan memiliki rasa empati saat adik kelasnya kesulitan menghafal. Guru pembina hanya berperan sebagai fasilitator yang memantau jalannya proses mentoring ini, memberikan kepercayaan penuh kepada siswa untuk mengelola proses belajarnya. Hal ini sangat efektif dalam membangun karakter mandiri dan percaya diri pada siswa SD.
Suasana belajar menjadi lebih cair dan menyenangkan karena tidak ada ketegangan seperti saat diajar oleh guru di dalam kelas formal. Seringkali, Kakak Asuh menggunakan metode kreatif seperti bernyanyi atau bercerita untuk memudahkan adik kelas menghafal doa buka puasa. Keberhasilan adik kelas dalam menghafal doa menjadi kebanggaan tersendiri bagi kakak asuhnya. Sekolah memberikan apresiasi berupa pin "Mentor Cilik" kepada siswa kelas tinggi yang berhasil membimbing adik asuhnya dengan baik, memacu semangat kompetisi positif dalam kebaikan.
Selain doa buka puasa, interaksi ini juga menjadi sarana transfer nilai-nilai positif lainnya, seperti budaya antre, menjaga kebersihan, dan sopan santun. Kakak kelas mencontohkan perilaku yang baik saat makan dan minum sesuai adab, yang kemudian ditiru oleh adik kelasnya. Pembiasaan budaya sekolah yang positif ini menjadi lebih efektif karena dilakukan melalui pendekatan keteladanan teman sebaya yang lebih dekat secara psikologis dengan dunia anak-anak.
Secara keseluruhan, pelibatan siswa dalam mengajarkan doa buka puasa adalah strategi pendidikan karakter yang partisipatif. Sekolah dasar bukan hanya tempat menerima ilmu dari guru, tetapi komunitas belajar di mana setiap anggotanya saling mendukung untuk tumbuh bersama. Melalui program ini, tertanamlah nilai kepedulian dan ukhuwah yang kuat, menjadikan lingkungan sekolah sebagai rumah kedua yang nyaman dan mendidik bagi seluruh siswa.
###
Penulis: Maulidia Evi Aprilia