Program SDGs Pendidikan Dasar Hidupkan Pesan Ramah Air untuk Jaga Lingkungan Sejak SD
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Pesan hemat air semakin sering dibagikan siswa melalui berbagai
media sederhana. Ajakan singkat itu muncul sebagai respons atas isu
ketersediaan air bersih. Gerakan ini menjadi bagian dukungan sekolah dasar
terhadap SDGs nomor enam.
Peningkatan
kesadaran hemat air terlihat melalui kebiasaan siswa mengirim pengingat harian
pada teman sebaya. Isi pesannya beragam mulai dari anjuran menutup keran hingga
menghindari pemborosan saat mencuci peralatan. Cara sederhana ini mendorong
mereka memahami bahwa air bersih membutuhkan perawatan bersama agar tetap
tersedia.
Fenomena
tersebut muncul seiring meningkatnya edukasi mengenai pentingnya sumber air
yang aman bagi kehidupan. Banyak siswa mengetahui bahwa beberapa wilayah dunia
menghadapi risiko kekurangan air. Informasi itu memperkuat pemahaman bahwa
kebiasaan kecil di rumah sangat mempengaruhi keberlanjutan lingkungan.
Selain
mencermati isu global, siswa juga mulai memperhatikan perilaku di sekitar
mereka. Beberapa dari mereka menemukan bahwa kebocoran kecil pada keran dapat
membuang banyak liter air setiap hari. Data sederhana itu membuat mereka lebih
sigap melaporkan kerusakan kecil kepada orang dewasa untuk segera diperbaiki.
Kebiasaan
berbagi pesan ramah air juga menumbuhkan rasa tanggung jawab dan empati. Mereka
menyadari bahwa akses air bersih tidak dinikmati semua anak di dunia. Tindakan
mengingatkan teman menjadi cara mereka menunjukkan kepedulian terhadap hak
dasar setiap manusia.
Lingkungan
sekolah turut terbantu oleh meningkatnya perhatian siswa terhadap penggunaan
air. Tempat cuci tangan dipakai secukupnya dan halaman sekolah dirawat tanpa
pemborosan air. Perubahan kecil ini memperlihatkan efek nyata dari edukasi yang
menekankan keberlanjutan sejak usia dini.
Gerakan
pesan ramah air menunjukkan bahwa anak dapat berperan besar dalam menjaga bumi
melalui kebiasaan sederhana. Semangat itu membuat lingkungan sekitar terasa
lebih tertata dan bijak dalam menggunakan sumber air. Dari langkah kecil ini,
muncul harapan bahwa generasi berikutnya tumbuh sebagai penjaga bumi yang peka
dan bertanggung jawab.
###
Penulis: Sevian Ageng Wahono