Rendahnya Literasi Digital Siswa SD: Bukti Kegagalan Kurikulum dalam Menghadapi Era Digital
S2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Era digital telah membawa perubahan besar dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Namun, kurikulum pendidikan dasar di Indonesia nampaknya belum mampu menahan tantangan yang muncul dari perubahan ini. Bukti paling jelas adalah rendahnya tingkat literasi digital siswa sekolah dasar di berbagai daerah, termasuk di Surabaya, yang menunjukkan bahwa kurikulum kita telah gagal dalam mempersiapkan anak-anak menghadapi dunia yang semakin terhubung secara digital.
Kurikulum yang dirancang dengan paradigma lama masih menempatkan literasi digital sebagai materi tambahan yang tidak memiliki peran penting dalam pembelajaran. Tidak ada standar kompetensi yang jelas tentang apa yang harus dikuasai oleh siswa SD dalam hal literasi digital, sehingga setiap sekolah memiliki kebijakan yang berbeda-beda. Beberapa sekolah bahkan tidak memberikan pembelajaran literasi digital sama sekali, menganggap bahwa anak-anak masih terlalu muda untuk belajar tentang teknologi.
Siswa SD yang tidak mendapatkan pembelajaran literasi digital yang memadai akan mengalami kesulitan dalam mengikuti perkembangan zaman. Mereka tidak mampu menggunakan teknologi untuk membantu proses pembelajaran mereka, tidak dapat mengakses informasi yang bermanfaat dengan cara yang benar, dan tidak mampu berkomunikasi secara efektif melalui platform digital. Hal ini tidak hanya berdampak pada kemampuan akademik mereka, tetapi juga pada perkembangan keterampilan hidup yang dibutuhkan di masa depan.
Di Surabaya, hasil penelitian yang dilakukan oleh beberapa institusi pendidikan menunjukkan bahwa sebagian besar siswa SD hanya menggunakan perangkat elektronik untuk tujuan hiburan. Mereka tidak dapat menjelaskan bagaimana cara kerja mesin pencari, tidak mengetahui cara memverifikasi kebenaran informasi yang ditemukan di internet, dan tidak menyadari pentingnya menjaga privasi diri di dunia maya. Kondisi ini menjadi peringatan bahwa kurikulum kita perlu segera diubah agar tidak semakin tertinggal.
Perubahan kurikulum yang mendasar adalah satu-satunya cara untuk mengatasi masalah ini. Kurikulum perlu dirancang dengan memperhatikan kebutuhan literasi digital anak-anak SD, dengan menentukan kompetensi yang harus dicapai dan metode pembelajaran yang sesuai. Selain itu, perlu adanya dukungan infrastruktur dan pelatihan guru yang memadai. Tanpa perubahan yang signifikan pada kurikulum, kita akan terus melihat rendahnya literasi digital siswa SD dan anak-anak kita akan kesulitan bersaing di era digital yang semakin kompleks.
###
Penulis : Ailsa Widya Imamatuzzadah