Ringkasan Artikel Populer: Pengaruh Media MOKU terhadap Hasil Belajar Matematika
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Pada era pembelajaran modern, kreativitas guru dalam menghadirkan media yang menarik menjadi faktor penting dalam meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Penelitian tentang penggunaan MOKU (Monopoli Kuis) pada materi bangun datar untuk siswa kelas IV SDN Sumur Welut III/440 Surabaya menunjukkan bahwa media ini dapat menghadirkan suasana belajar yang lebih hidup dan bermakna. Materi bangun datar yang sering dianggap abstrak berhasil disajikan secara konkret melalui aktivitas bermain yang melibatkan kuis, pergerakan pion, dan interaksi antarsiswa. Dengan demikian, MOKU tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga jembatan antara konsep matematika dan pengalaman nyata siswa. Temuan ini menunjukkan bahwa desain pembelajaran yang kreatif memiliki peran besar dalam meningkatkan pemahaman siswa.
Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimen yang membandingkan hasil belajar dua kelompok, yaitu kelompok yang menggunakan media MOKU dan kelompok yang belajar melalui metode konvensional. Dalam pelaksanaannya, siswa yang menggunakan MOKU terlibat dalam permainan edukatif yang mengharuskan mereka menjawab pertanyaan, memahami aturan permainan, dan berdiskusi dengan teman. Situasi ini berbeda dengan kelas kontrol yang hanya menerima penjelasan guru secara langsung tanpa adanya aktivitas manipulatif. Peneliti menemukan bahwa struktur permainan yang kompetitif namun tetap edukatif berhasil meningkatkan keterlibatan siswa. Hal ini membuktikan bahwa pembelajaran yang melibatkan interaksi aktif lebih efektif dibandingkan pembelajaran pasif.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kelompok eksperimen memperoleh rata-rata hasil belajar yang lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol, yang mengindikasikan bahwa media MOKU terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman matematika siswa. Siswa yang menggunakan media ini tampak lebih mudah memahami konsep bangun datar karena materi disajikan secara lebih konkret dan menarik. Selain itu, permainan memberikan kesempatan bagi siswa untuk mengulang materi secara tidak langsung setiap kali menjawab kuis atau berdiskusi dengan teman. Aktivitas ini membantu memperkuat konsep yang sedang dipelajari dan memperluas pemahaman mereka tentang hubungan antarkonsep dalam matematika. Penelitian ini menegaskan bahwa media pembelajaran memiliki kekuatan besar dalam memperkaya pengalaman belajar siswa.
Motivasi dan keaktifan siswa juga meningkat selama penggunaan MOKU, sebagaimana diamati dari perilaku siswa yang lebih antusias, aktif, dan penuh inisiatif dalam mengikuti kegiatan belajar. Guru melaporkan bahwa suasana kelas menjadi lebih hidup karena siswa secara alami terdorong untuk berpartisipasi dalam permainan. Mereka lebih berani menjawab pertanyaan, mengajukan pendapat, dan bekerja sama dengan teman satu kelompok. Interaksi sosial yang muncul dalam permainan memberikan efek positif pada kepercayaan diri siswa, yang pada gilirannya berdampak pada pencapaian akademik. Dengan demikian, MOKU tidak hanya meningkatkan hasil belajar, tetapi juga soft skills penting dalam pembelajaran.
Penelitian ini sejalan dengan teori perkembangan kognitif anak usia sekolah dasar yang berada pada tahap operasional konkret, di mana mereka lebih mudah memahami konsep melalui aktivitas langsung dan manipulasi objek. Materi bangun datar yang membutuhkan visualisasi dan pemahaman bentuk sangat cocok disampaikan melalui media permainan seperti MOKU. Melalui aktivitas bermain, siswa tidak hanya menghafal, tetapi juga mengalami, mengamati, dan merefleksikan konsep secara langsung. Hal ini membuktikan bahwa metode belajar yang sesuai dengan tahap perkembangan kognitif siswa mampu memberikan hasil yang optimal. Penerapan media konkrit seperti ini sangat relevan dengan karakteristik belajar siswa sekolah dasar.
Secara keseluruhan, penelitian ini merekomendasikan agar guru memanfaatkan media permainan edukatif seperti MOKU untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran matematika, terutama pada materi yang bersifat abstrak. Guru dapat mengadaptasi atau mengembangkan media serupa sesuai kebutuhan dan karakteristik materi. Penggunaan media permainan tidak hanya membuat pembelajaran lebih menyenangkan, tetapi juga mampu meningkatkan hasil belajar, keaktifan, serta pengalaman bermakna siswa di kelas. Dengan dukungan kreativitas guru dan perencanaan pembelajaran yang baik, media berbasis permainan dapat menjadi strategi penting dalam menghadirkan pembelajaran matematika yang lebih humanis, menarik, dan berdampak jangka panjang bagi siswa.
Penulis: Neni Mariana Sumber: images.google.com Sumber:
Haya, R. A., Mariana, N. (2018). Pengaruh Media Moku (Monopoli Kuis) terhadap Hasil Belajar Matematika Materi Bangun Datar Siswa Kelas IV SDN Sumur Welut III/440 Surabaya. Jurnal Penelitian Pendidikan Guru Sekolah Dasar, 6(9).