Satu Langkah Kecil Unesa, Harapan Besar bagi Aceh Tamiang
s2dikdas.fip.unesa.ac.id Surabaya — Sabtu, 31/01/26 Suasana haru menyelimuti proses penyaluran donasi dari
keluarga besar S2 Pendidikan Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas
Negeri Surabaya (Unesa) untuk korban bencana alam di Aceh. Mewakili institusi,
Dr. Farida Istianah, M.Pd., turun langsung ke titik-titik terdampak untuk
menemui warga dan menyerahkan bantuan secara langsung.
Dalam wawancara mendalam, Dr. Farida mengungkapkan
bahwa misi kali ini tidak hanya sekadar memberi, tetapi juga berupaya
menghidupkan kembali ekonomi warga yang lumpuh. Salah satu strategi yang
dilakukan adalah dengan membeli paket sembako dari toko-toko kelontong milik
warga di pinggir jalan yang juga menjadi korban bencana.
"Kami memilih membeli sembako dari toko-toko
kelontong di sini. Mereka pun sebenarnya korban. Kesedihan itu sangat terasa
saat kami berinteraksi; bahkan saat bercerita, mereka masih menangis teringat
peristiwa itu," ujar Dr. Farida dengan nada bergetar. Berdasarkan
penuturan warga kepada Dr. Farida, musibah banjir bandang tersebut datang dalam
waktu yang sangat singkat di malam hari. Kecepatan debit air membuat warga
tidak memiliki kesempatan untuk menyelamatkan harta benda mereka. Salah satu
warga menceritakan pengalaman tragis bertahan hidup di lantai dua rumahnya
selama lima hari tanpa akses bantuan luar.
"Beliau harus lari ke lantai dua dan bertahan di
sana selama lima hari dengan sisa makanan yang ada. Posisi banjir saat itu
sangat tidak memungkinkan bagi bantuan untuk masuk. Saya benar-benar tidak bisa
membayangkan bagaimana nasib saudara-saudara kita yang rumahnya hanya satu
lantai, tentu jauh lebih berat perjuangannya," tambahnya.
Selain menyerahkan sembako, Dr. Farida juga memberikan
santunan berupa uang tunai kepada warga. Momen penyerahan bantuan ini diwarnai
tangis haru. Warga yang ditemui merasa sangat terbantu di tengah kondisi mereka
yang sedang berjuang menyambung hidup setelah kehilangan rumah, barang
berharga, hingga sanak keluarga yang meninggal dunia dalam musibah tersebut.
Kondisi infrastruktur pendidikan pun turut
memprihatinkan. Dr. Farida melaporkan bahwa beberapa bangunan sekolah hanyut
dan tertimbun material hingga tidak lagi terlihat bentuknya. "Mereka
kehilangan segalanya; rumah yang hanyut, gedung sekolah yang tertimbun, hingga
kehilangan orang-orang tercinta. Kehadiran kami di sini adalah untuk
menyampaikan amanah dari rekan-rekan S2 Dikdas Unesa, sebagai tanda bahwa
mereka tidak sendirian dalam menghadapi ujian ini," pungkas Dr. Farida.
Misi kemanusiaan ini diharapkan dapat menjadi stimulan
bagi percepatan pemulihan kondisi psikologis dan ekonomi warga di Aceh,
sekaligus menegaskan komitmen S2 Pendidikan Dasar Unesa terhadap nilai-nilai
kemanusiaan dan kepedulian sosial yang tinggi.
###
Penulis : Kartika Natasya Kusuma Supardi