Sekolah Dasar Surabaya Manfaatkan Translate untuk Literasi Digital
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Guru-guru di sebuah sekolah dasar di Surabaya mulai memanfaatkan fitur translate sebagai media belajar kosakata. Siswa diperkenalkan cara mencari arti kata dan cara memahami terjemah sederhana melalui perangkat digital. Penggunaan teknologi ini membuat pembelajaran bahasa lebih interaktif dan menarik bagi anak-anak. Para guru juga menjelaskan bahwa fitur translate hanya alat bantu, bukan pengganti proses belajar. Kehadiran teknologi ini menjadi jembatan awal untuk meningkatkan kemampuan literasi bahasa sejak dini.
Sekolah melihat bahwa minat siswa meningkat signifikan ketika teknologi dilibatkan dalam pembelajaran. Mereka lebih bersemangat mencoba kata-kata baru karena prosesnya praktis dan instan. Guru mengarahkan siswa agar tidak hanya mencari arti kata, tetapi juga memahami konteks penggunaannya. Strategi ini melatih kemampuan memahami informasi secara mendalam. Dengan demikian, siswa menjadi lebih percaya diri saat belajar bahasa.
Inovasi ini sejalan dengan SDGs poin 4 tentang pendidikan berkualitas. Dengan memanfaatkan fitur terjemah, guru membantu siswa memiliki akses lebih luas terhadap berbagai sumber bahasa. Teknologi juga mampu meminimalkan kesenjangan pemahaman antarsiswa yang kemampuannya bervariasi. Sekolah menilai pendekatan ini dapat memperkuat fondasi literasi dasar. Pembelajaran pun menjadi lebih inklusif dan adaptif.
Lingkungan belajar digital yang dibangun sekolah menjadi pendukung keberhasilan program ini. Infrastruktur internet diperbaiki agar proses belajar berbasis teknologi berjalan lancar. Guru menerima pelatihan ringan untuk mengoptimalkan penggunaan translate secara pedagogis. Anak-anak diberi kesempatan untuk bereksplorasi langsung di kelas. Suasana belajar menjadi lebih aktif karena siswa dapat mencoba hal baru.
Orang tua siswa juga menyambut baik langkah ini karena melihat perkembangan kemampuan bahasa anak. Mereka mengamati bahwa anak lebih sering bertanya dan mencari arti kata yang ditemui sehari-hari. Guru mengajak orang tua untuk tetap mengawasi penggunaan teknologi di rumah. Kerja sama ini diharapkan mampu membentuk kebiasaan belajar yang positif. Program pemanfaatan translate pun dinilai efektif memperkuat literasi bahasa sejak usia sekolah dasar.
###
Penulis: Anisa Rahmawati