Sekolah Dasar Tanamkan Global Citizenship melalui Latihan Membaca Pesan Berbahasa Asing
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Latihan membaca pesan asing mulai diterapkan di berbagai kelas
dasar. Kegiatan ini dilakukan untuk menumbuhkan sikap warga dunia sejak usia
dini. Guru memanfaatkan pesan singkat sederhana agar siswa mudah memahami
konteks.
Program
ini muncul dari kebutuhan memperkenalkan keberagaman bahasa sebagai bagian dari
pembentukan global citizenship yang tercantum dalam SDGs nomor empat tentang
pendidikan bermutu. Banyak negara mendorong generasi muda memahami komunikasi
lintas budaya sejak tingkat dasar karena kebiasaan ini memperluas wawasan dan
meningkatkan rasa saling menghargai. Melalui pesan pendek seperti salam, ucapan
terima kasih, atau ajakan sederhana, siswa dapat melihat bahwa banyak negara
memiliki ekspresi yang serupa meskipun bentuk katanya berbeda.
Guru
juga mengamati bahwa penggunaan pesan asing lebih mudah diterima dibandingkan
teks panjang. Pesan pendek seperti hello, merci, atau arigato
membuat siswa lebih berani mencoba dan tidak khawatir salah. Kegiatan ini pun
menjadi sarana membangun kebiasaan membaca yang menyenangkan karena siswa
merasa seperti sedang mengenal budaya baru. Sebagian siswa bahkan mulai mencari
contoh pesan lain dari berbagai negara untuk memperkaya pengetahuan mereka.
Dalam
pelaksanaannya, guru memastikan bahwa pesan yang dipilih tetap aman dan sesuai
usia. Pesan komunikasi dasar sehari hari menjadi fokus utama, seperti sapaan
sopan atau bentuk perhatian sederhana. Tujuannya agar siswa memahami bahwa
bahasa asing tidak hanya kumpulan kata tetapi jembatan yang menghubungkan
manusia yang hidup dalam budaya berbeda. Kegiatan ini sekaligus menanamkan
nilai kesetaraan karena semua bahasa dipandang penting untuk dipelajari.
Dampak
kegiatan tersebut mulai terlihat pada sikap siswa terhadap teman dan
lingkungannya. Mereka menjadi lebih terbuka terhadap perbedaan dan lebih ingin
tahu tentang dunia. Beberapa siswa bahkan mulai berbagi cerita tentang bahasa
yang pernah mereka dengar dari internet atau lingkungan sekitar. Diskusi kecil
pun muncul secara alami dan membuat suasana kelas lebih hidup.
Selain
itu, program ini membantu siswa menyadari bahwa dunia saling terhubung dan
bahwa komunikasi menjadi kunci dalam hubungan antarbangsa. Mereka memahami
bahwa pesan sederhana dapat membawa makna besar, seperti rasa hormat dan niat
baik. Pembiasaan ini mendukung tujuan global untuk menciptakan masyarakat yang
damai, toleran, dan siap berkolaborasi dengan negara lain.
Inisiatif
ini akhirnya membuka ruang baru bagi sekolah dasar untuk menghadirkan
pendidikan yang relevan dengan tantangan global. Kegiatan membaca pesan asing
tidak hanya membangun keterampilan bahasa tetapi juga membangun karakter
sebagai warga dunia yang menghargai keberagaman. Dengan cara yang menyenangkan
dan mudah dijangkau, siswa mulai memahami bahwa dunia luas dapat dikenali
melalui satu pesan sederhana.
###
Penulis: Sevian Ageng Wahono