Sekolah yang Bergerak ke Digital: Apakah Kemudahan Layanan Lebih Penting dari Keamanan Data?
S2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Banyak sekolah di Indonesia yang saat ini sedang dalam proses transisi menuju sistem pendidikan yang lebih digital, dengan fokus utama pada peningkatan kemudahan layanan bagi semua pihak. Keputusan untuk beralih ke dunia digital seringkali didorong oleh keinginan untuk meningkatkan efisiensi operasional, mengurangi biaya, dan memberikan pengalaman yang lebih baik bagi siswa dan orang tua. Layanan seperti pendaftaran online, pembayaran uang sekolah, dan akses materi pembelajaran melalui platform digital dianggap sebagai langkah maju yang tidak dapat dihindarkan untuk menjawab tuntutan zaman yang semakin modern.
Kemudahan layanan yang ditawarkan oleh sistem digital memang memberikan manfaat yang nyata dan terasa langsung. Orang tua tidak perlu lagi menghabiskan waktu berjam-jam untuk mengantri di sekolah hanya untuk mengurus administrasi sederhana. Guru dapat menghemat waktu yang biasanya dihabiskan untuk pekerjaan administratif dan fokus lebih pada proses pembelajaran. Siswa dapat belajar dengan lebih fleksibel dan mengakses materi pembelajaran kapan saja sesuai dengan kebutuhan mereka. Banyak sekolah yang melaporkan peningkatan kepuasan pengguna dan efisiensi kerja setelah mengadopsi sistem digital.
Namun, pertanyaan yang sering muncul adalah apakah layanan utilitas yang diperoleh seharusnya menjadi prioritas utama ataukah keamanan data harus Ditempatkan pada posisi yang sama pentingnya. Beberapa sekolah yang tergesa-gesa untuk berpindah ke digital terkadang mengabaikan aspek keamanan data dalam rangka memberikan kemudahan yang maksimal kepada pengguna. Mereka mungkin menggunakan platform yang tidak memiliki proteksi keamanan yang memadai, atau tidak memberikan pelatihan yang cukup kepada staf dan guru tentang cara menangani data sensitif dengan benar. Hal ini dapat menyebabkan risiko besar terhadap keamanan dan privasi data siswa, orang tua, dan guru.
Penting untuk menyadari bahwa keamanan data bukanlah hal yang dapat diabaikan atau dianggap sebagai biaya tambahan yang tidak diperlukan. Ketika terjadi insiden keamanan data seperti kebocoran atau peretasan, dampaknya bisa sangat luas dan berkepanjangan. Selain kerugian finansial yang mungkin terjadi akibat tuntutan hukum atau biaya perbaikan sistem, sekolah juga dapat kehilangan kepercayaan dari masyarakat dan orang tua. Reputasi sekolah yang tercoreng akibat masalah keamanan data dapat mempengaruhi minat calon siswa untuk mendaftar dan kemampuan sekolah dalam menarik sumber daya atau kerja sama dengan pihak lain.
Kenyataan menunjukkan bahwa kemudahan layanan dan keamanan data tidak harus saling bertentangan. Sekolah dapat memberikan layanan yang mudah diakses dan nyaman sekaligus menjaga keamanan data dengan baik. Hal ini dapat dicapai dengan melakukan perencanaan yang matang sebelum mengadopsi sistem digital, memilih platform yang memiliki standar keamanan tinggi, mengembangkan kebijakan keamanan yang jelas, dan memberikan pelatihan secara berkala kepada semua pengguna sistem. Dengan menganggap kedua aspek ini sebagai prioritas yang sama pentingnya, sekolah dapat menciptakan sistem pendidikan digital yang tidak hanya efisien dan mudah digunakan tetapi juga aman dan dapat dipercaya.
###
Penulis : Ailsa Widya Imamatuzzadah