Senam Pagi Ceria: YouTube Jadi Instruktur Gerak Favorit Siswa SD
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Aktivitas fisik yang teratur sangatlah penting untuk menunjang pertumbuhan fisik dan kesehatan mental anak sekolah dasar, sejalan dengan target SDG 3 tentang Kesehatan yang Baik dan Kesejahteraan. Namun, realitanya tidak semua guru kelas memiliki keahlian khusus atau menguasai gerakan senam yang variatif untuk diajarkan kepada siswa setiap pagi. Platform YouTube hadir sebagai solusi yang sangat praktis dan realistis dengan menyediakan ribuan konten video senam irama yang dirancang khusus untuk anak-anak dengan konsep yang ceria dan gerakan yang mudah diikuti. Guru cukup menayangkan video senam animasi atau instruktur anak dari kanal edukasi terpercaya melalui layar proyektor di kelas, dan siswa diajak menirukan gerakan tersebut bersama-sama dengan penuh semangat.
Kegiatan senam berbasis video ini sangat disukai oleh siswa karena tampilan visual di YouTube biasanya penuh warna, menggunakan karakter animasi yang lucu, serta diiringi musik yang energik dan kekinian. Siswa SD, yang secara perkembangan kognitif berada pada fase operasional konkret, sangat terbantu dengan adanya contoh visual langsung (modeling) yang disajikan di layar. Mereka tidak perlu repot membayangkan instruksi verbal yang rumit, cukup melihat layar dan meniru gerakannya. Video populer seperti "Senam Baby Shark", "Tarian Penguin", atau "Gerak dan Lagu Profil Pelajar Pancasila" mampu mengubah persepsi olahraga dari aktivitas fisik yang melelahkan menjadi sesi bermain yang sangat menyenangkan dan dinanti-nanti.
Bagi para guru, penggunaan YouTube sebagai media instruktur virtual sangat memudahkan mereka dalam memberikan variasi materi Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) yang tidak monoton. Jika minggu lalu siswa sudah melakukan senam aerobik, minggu ini guru bisa memilih video yoga dasar untuk anak guna melatih kelenturan, atau tarian daerah sederhana untuk mengenalkan budaya. Variasi materi ini sangat penting agar siswa tidak merasa bosan dan memastikan semua bagian tubuh terlatih dengan seimbang. Dalam kegiatan ini, guru tetap berperan vital dalam mengawasi keselamatan siswa, memastikan ruang gerak di kelas atau halaman cukup aman, serta memberikan motivasi agar semua siswa ikut bergerak.
Selain manfaat kesehatan fisik yang nyata, kegiatan senam bersama ini juga efektif melatih koordinasi motorik kasar, keseimbangan tubuh, dan rasa percaya diri siswa. Menari dan bergerak secara serempak bersama teman-teman sekelas membangun suasana kebersamaan yang positif dan inklusif. Siswa yang biasanya pemalu atau kurang aktif sering kali merasa lebih berani berekspresi saat bergerak bersama-sama dalam kelompok besar mengikuti panduan video, dibandingkan jika mereka harus tampil sendirian. Hal ini membantu mencairkan suasana kaku di dalam kelas dan membangun ikatan sosial yang lebih erat antar siswa.
Dengan cara yang sangat sederhana dan minim biaya ini, teknologi YouTube mendukung terciptanya lingkungan sekolah sehat yang aktif. Siswa menjadi lebih bugar, bersemangat, dan siap secara mental untuk menerima pelajaran akademik yang lebih berat setelah melakukan aktivitas gerak yang menyenangkan di pagi hari. Ini adalah contoh nyata bagaimana integrasi teknologi yang membumi dapat langsung berdampak positif pada kesejahteraan fisik dan psikologis siswa di sekolah dasar.
###
Penulis: Maulidia Evi Aprilia