Sinergi Pendidikan Formal dan Nonformal dalam Mencetak Inovator Muda yang Kreatif
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Sinergi antara pendidikan formal di sekolah dan pendidikan nonformal di lingkungan masyarakat merupakan strategi jitu dalam mencetak inovator muda yang kreatif dan kompetitif pada tahun 2026. Pendidikan formal menyediakan landasan teori dan metodologi yang sistematis, sementara pendidikan nonformal menawarkan ruang eksplorasi yang lebih fleksibel serta berbasis pada praktik nyata di lapangan. Kolaborasi kedua jalur pendidikan ini memungkinkan siswa untuk melihat keterkaitan antara ilmu yang dipelajari di buku teks dengan aplikasinya dalam menyelesaikan masalah di dunia nyata. Inovator muda membutuhkan ekosistem yang mendukung kebebasan berpikir sekaligus disiplin akademik agar ide-ide mereka dapat terwujud menjadi solusi yang fungsional dan bermanfaat. Oleh karena itu, penguatan jaringan kerja sama antara sekolah dengan lembaga kursus, komunitas kreatif, dan industri menjadi kebutuhan mendesak saat ini.
Pendidikan nonformal seperti sanggar seni, klub robotika, atau komunitas literasi sering kali mampu bergerak lebih cepat dalam mengadopsi perkembangan teknologi terbaru dibandingkan kurikulum formal yang bersifat statis. Dengan melibatkan siswa dalam kegiatan di luar sekolah tersebut, wawasan mereka tentang tren inovasi global akan semakin luas dan mendalam secara signifikan. Sinergi ini juga membantu mengatasi keterbatasan fasilitas laboratorium atau perangkat teknologi di sekolah tertentu melalui pemanfaatan bersama sarana yang dimiliki oleh mitra nonformal. Guru dapat berperan sebagai jembatan yang menyinkronkan target pembelajaran di sekolah dengan aktivitas pengayaan yang dilakukan siswa di lembaga nonformal secara harmonis. Hasilnya adalah proses pembelajaran yang lebih kaya, variatif, dan mampu menstimulasi daya cipta peserta didik secara terus-menerus tanpa henti.
Secara pedagogis, integrasi pengalaman belajar dari jalur nonformal ke dalam rekam jejak akademik siswa akan meningkatkan nilai tawar mereka dalam kompetisi di masa depan yang serba tidak menentu. Pengakuan terhadap sertifikat atau karya yang dihasilkan di luar sekolah harus mulai diterapkan dalam sistem penilaian pendidikan nasional sebagai bagian dari apresiasi terhadap kemandirian belajar. Hal ini mendorong siswa untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat yang tidak hanya mengandalkan asupan informasi dari guru di dalam kelas saja setiap hari. Kreativitas tumbuh subur ketika siswa dihadapkan pada tantangan nyata yang menuntut mereka untuk berpikir di luar kotak dan mencari solusi yang orisinal serta sangat efektif. Sinergi ini juga memperkuat keterlibatan masyarakat dalam proses pendidikan anak bangsa sebagai tanggung jawab kolektif demi kemajuan peradaban nasional Indonesia.
Pemerintah perlu menyusun regulasi yang memfasilitasi kerja sama lintas jalur pendidikan ini agar dapat berjalan secara legal, aman, dan berkelanjutan bagi seluruh pihak. Insentif bagi lembaga nonformal yang aktif berkontribusi dalam mendukung pendidikan sekolah dasar perlu diberikan sebagai bentuk penghargaan atas peran sosial mereka yang luar biasa. Selain itu, standarisasi kualitas pada jalur nonformal juga harus tetap diperhatikan agar materi yang disampaikan selaras dengan nilai-nilai luhur dan tujuan pendidikan nasional kita. Kerja sama ini juga dapat menjadi sarana untuk melakukan pemerataan kualitas pendidikan hingga ke daerah terpencil melalui program-program pengabdian masyarakat dari para profesional. Dengan sinergi yang kokoh, kita dapat memastikan bahwa setiap potensi kreatif anak bangsa terwadahi dengan baik melalui berbagai jalur yang saling mendukung satu sama lain.
Pada akhirnya, sinergi pendidikan formal dan nonformal adalah kunci utama untuk melahirkan generasi inovator yang akan membawa Indonesia menuju puncak kejayaan di masa mendatang. Kita harus meruntuhkan sekat-sekat administratif yang memisahkan antara belajar di sekolah dan belajar di masyarakat demi kepentingan terbaik bagi perkembangan siswa. Pendidikan yang terbuka dan kolaboratif akan menciptakan lingkungan belajar yang inspiratif dan mampu melahirkan karya-karya besar yang membanggakan bangsa di mata internasional. Masa depan Indonesia ada di tangan mereka yang mampu memadukan kedalaman ilmu dengan kelenturan kreativitas dalam memecahkan berbagai persoalan kehidupan yang semakin kompleks. Mari kita bangun jembatan kolaborasi ini sekarang juga untuk mewujudkan ekosistem pendidikan yang lebih maju, berkeadilan, dan sangat inovatif bagi seluruh rakyat Indonesia.
###
Penulis : Kartika Natasya Kusuma Supardi.