Siswa Memaparkan Dampak Cuaca Esok bagi Kegiatan Para Petani
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Presentasi kelompok dilakukan dalam kelas hari ini. Guru memberikan
tema tentang pengaruh cuaca bagi petani. Siswa kemudian memaparkan analisis
terkait perubahan cuaca esok.
Dalam
kegiatan ini, siswa dibagi menjadi beberapa kelompok dengan tugas mencari
informasi prakiraan cuaca harian. Mereka mempelajari kemungkinan hujan, suhu,
dan tingkat kelembapan udara. Informasi tersebut digunakan untuk menilai
bagaimana kondisi cuaca dapat mempengaruhi pekerjaan petani dalam mengolah
lahan, menanam, dan memanen hasil panen.
Salah
satu kelompok menjelaskan bahwa petani sangat memperhatikan waktu tanam yang
sesuai dengan kondisi tanah. Jika cuaca diperkirakan hujan deras, petani
mungkin menunda penanaman agar benih tidak rusak. Sementara jika cuaca cerah
dengan kelembapan cukup, kegiatan penanaman dianggap paling ideal.
Kelompok
lain memaparkan contoh dampak cuaca dalam panen padi. Cuaca mendung tanpa hujan
dapat membantu proses pengeringan gabah lebih cepat. Namun, jika hujan turun
tiba tiba saat gabah dijemur, hasil panen dapat menurun karena kualitas menjadi
lembap dan mudah rusak.
Para
siswa juga membahas pentingnya alat sederhana seperti kalender tanam dan
catatan pengamatan cuaca. Dengan mencatat pola cuaca harian, petani dapat
memperkirakan waktu kerja yang aman dan efektif. Selain itu, mereka mempelajari
bahwa prakiraan cuaca tidak selalu tepat sehingga sikap antisipasi tetap
diperlukan.
Dalam
sesi diskusi kelas, siswa menyadari bahwa pekerjaan petani sangat dipengaruhi
oleh kondisi alam. Mereka juga memahami bahwa pangan yang tersedia setiap hari
adalah hasil kerja panjang yang perlu disyukuri. Guru menekankan nilai empati
dan penghargaan terhadap profesi petani.
Melalui
presentasi ini, siswa tidak hanya belajar tentang cuaca tetapi juga menghargai
proses produksi makanan dari ladang sampai ke meja makan. Pembelajaran
berlangsung dengan antusias karena menghubungkan pengetahuan ilmiah dengan
kehidupan nyata di sekitar mereka.
###
Penulis: Sevian Ageng
Wahono