Siswa Menyusun Jadwal Olahraga Berdasarkan Prakiraan Cuaca Harian
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Siswa mulai memanfaatkan prakiraan cuaca dalam menyusun jadwal
olahraga. Guru membimbing mereka membaca informasi cuaca dari sumber resmi. Langkah
ini membantu siswa merencanakan aktivitas luar ruang secara lebih aman.
Dalam
kegiatan pembelajaran kali ini, siswa diajak memahami pentingnya informasi
cuaca sebelum melakukan aktivitas fisik. Guru menampilkan prakiraan cuaca
harian dari laman resmi layanan meteorologi. Siswa kemudian mengamati simbol
dan keterangan yang menunjukkan potensi hujan, suhu, serta kondisi langit. Dari
informasi tersebut, siswa mulai menentukan waktu pelaksanaan olahraga agar
tetap nyaman.
Guru
menjelaskan bahwa latihan di luar ruangan memerlukan perhitungan yang tepat.
Jika cuaca diperkirakan panas terik, siswa disarankan memilih waktu pagi. Namun
jika potensi hujan tinggi, kegiatan olahraga dapat dipindahkan ke dalam
ruangan. Dengan demikian, pembelajaran bukan hanya tentang olahraga, tetapi
juga kemampuan mengambil keputusan berdasarkan data.
Siswa
bekerja dalam kelompok kecil untuk menyusun jadwal kegiatan selama satu minggu.
Mereka membandingkan prakiraan cuaca dari beberapa sumber untuk memastikan
keakuratan informasi. Setiap kelompok lalu mempresentasikan rencana yang mereka
buat, lengkap dengan alasan pemilihan waktu dan tempat. Diskusi dilakukan
secara terbuka untuk saling memberi masukan.
Selain
melatih kemampuan membaca data, kegiatan ini juga membangun kesadaran tentang
keselamatan diri. Siswa belajar bahwa cuaca yang tidak sesuai dapat berdampak
pada kesehatan, seperti risiko dehidrasi atau flu. Dengan mempertimbangkan
kondisi cuaca, kegiatan olahraga menjadi lebih nyaman dan terkontrol.
Pembelajaran
ini membuka peluang agar siswa tidak hanya aktif berolahraga, tetapi juga lebih
peka pada lingkungan sekitar. Kebiasaan mempertimbangkan kondisi cuaca sebelum
beraktivitas dapat menjadi bekal dalam kehidupan sehari hari sehingga keputusan
yang diambil lebih bijaksana dan penuh pertimbangan.
###
Penulis: Sevian Ageng
Wahono