Siswa SD Gunakan WhatsApp Web dan Cuaca untuk Pembelajaran Proyek Lingkungan
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Siswa sekolah dasar di Malang mencoba pendekatan baru dengan memanfaatkan WhatsApp Web dalam proyek pembelajaran lingkungan. Guru membuat grup khusus yang digunakan untuk mengirimkan laporan sederhana mengenai perubahan cuaca harian. Pendekatan ini mengajarkan siswa cara berkomunikasi secara digital dengan baik dan sopan. Setiap hari, siswa diminta mencatat suhu, kondisi langit, serta perubahan cuaca di sekitar rumah. Kegiatan ini membuat mereka lebih peka terhadap lingkungan.
Guru juga menjelaskan bahwa analisis cuaca merupakan bagian penting dari pembelajaran sains dasar. Siswa belajar membedakan berbagai istilah seperti cerah, mendung, atau hujan melalui observasi. Dengan mengirimkan laporan melalui WhatsApp Web, data dapat terkumpul dengan rapi. Anak-anak belajar bahwa teknologi dapat digunakan untuk mencatat, mengolah, dan membagikan informasi. Proses ini menumbuhkan rasa tanggung jawab terhadap tugas kelompok.
Kegiatan ini dinilai mendukung SDGs terutama pada poin 4 mengenai pendidikan bermutu dan poin 13 tentang aksi iklim. Melalui pengamatan cuaca, siswa memahami pentingnya menjaga bumi sejak usia dini. Guru mengajak siswa berdiskusi mengenai dampak perubahan iklim secara sederhana. Pembelajaran berbasis proyek semacam ini membuat siswa aktif dan terlibat langsung. Dengan demikian, siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga praktik.
Sekolah menyediakan perangkat komputer agar siswa dapat membuka WhatsApp Web dengan aman. Guru memastikan penggunaan aplikasi dilakukan dalam pengawasan dan sesuai kebutuhan pembelajaran. Anak-anak diajarkan etika berkomunikasi digital, termasuk tidak menyebarkan pesan yang tidak relevan. Lingkungan belajar digital yang disiplin membantu menumbuhkan karakter positif. Pembiasaan ini penting dalam membangun budaya literasi digital.
Orang tua memberikan dukungan dengan membantu anak melakukan observasi cuaca di rumah. Mereka ikut memantau aktivitas anak selama mengirim laporan melalui WhatsApp Web. Guru mengapresiasi keterlibatan orang tua karena dapat memperkuat hasil belajar. Kolaborasi rumah dan sekolah membuat proyek ini berjalan efektif. Pembelajaran berbasis cuaca pun menjadi lebih bermakna bagi siswa sekolah dasar.
###
Penulis: Anisa Rahmawati