STRATEGI GURU MENGELOLA PERBEDAAN KEMAMPUAN SISWA DALAM PEMBELAJARAN BERBASIS DEEP LEARNING
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Pembelajaran berbasis deep learning menuntut siswa untuk
memahami konsep secara mendalam, bukan sekadar menghafal. Namun, penerapan
pendekatan ini kerap menghadapi tantangan, terutama ketika kemampuan siswa di
kelas beragam. Untuk itu, guru berperan penting dalam merancang strategi pembelajaran
yang mampu mengakomodasi kebutuhan setiap siswa.
Dalam
praktiknya, guru memulai pembelajaran dengan melakukan pemetaan kemampuan awal
siswa melalui diskusi, pertanyaan pemantik, dan penilaian singkat. Hal ini
bertujuan agar guru mengetahui variasi kemampuan akademik maupun gaya belajar
siswa.
Setelah
itu, guru menerapkan pembelajaran kolaboratif dengan membentuk kelompok
heterogen. Kelompok ini memungkinkan siswa dengan kemampuan lebih tinggi
membantu teman sekelompoknya, sehingga tercipta proses belajar antar-siswa (peer
learning) yang alami dan interaktif.
Guru
juga menyediakan panduan scaffolding, seperti lembar kerja bertingkat, peta
konsep, atau pertanyaan pemandu yang membantu siswa memahami materi langkah
demi langkah. Sementara bagi siswa yang sudah memahami materi, guru memberikan
tugas pengayaan agar mereka tetap tertantang.
Selain
itu, refleksi menjadi bagian penting dalam pembelajaran berbasis deep
learning. Pada akhir kegiatan, guru mengajak siswa melakukan refleksi
mengenai apa yang dipelajari, kesulitan yang dihadapi, dan bagaimana cara
mengatasinya. Proses ini mendorong siswa menyadari perkembangan diri dan
membangun motivasi belajar internal.
Melalui
strategi pengelolaan diferensiasi pembelajaran, guru mampu menciptakan
lingkungan belajar yang inklusif dan bermakna. Pendekatan deep learning
tidak hanya membantu siswa memahami materi secara mendalam, tetapi juga
menumbuhkan kemampuan berpikir kritis, kolaboratif, dan reflektif. Dengan
demikian, keberagaman kemampuan bukan menjadi hambatan, melainkan peluang untuk
belajar bersama dalam suasana kelas yang humanis dan kolaboratif.
###
Penulis: Sevian Ageng
Wahono
Dokumentasi: Freepik