Strategi Pembelajaran Matematika SD Menggunakan Media Konkret
s2dikdasfip.unesa.ac.id - Surabaya.
Pembelajaran Matematika di sekolah dasar sering kali dianggap sulit oleh siswa
karena bersifat abstrak. Konsep seperti pecahan, pengukuran, atau geometri
membutuhkan pemahaman yang mendalam, yang tidak selalu mudah dicapai melalui
penjelasan verbal semata. Oleh karena itu, penggunaan media konkret sangat
dibutuhkan. Media konkret adalah cara yang bagus untuk membuat matematika lebih
nyata dan menyenangkan bagi siswa.
Media konkret adalah alat bantu
pembelajaran yang dapat disentuh, dilihat, dan digunakan secara langsung oleh
siswa. Contoh media konkret termasuk mainan edukatif, benda-benda dapur,
kancing, lidi, penggaris, balok hitung, kertas lipat, dan benda-benda lainnya.
Media ini memungkinkan siswa untuk mengeksplorasi konsep dan memperoleh
pemahaman yang lebih baik tentang apa yang mereka pelajari. Misalnya, guru
dapat menggunakan potongan kue dari kertas karton atau plastik untuk
mengajarkan konsep pecahan kepada siswa. Mereka dapat membagi kue menjadi dua,
tiga, atau empat bagian dan melihat secara visual bagaimana satu setengah lebih
besar dari satu setengah. Dalam hal pengukuran, guru dapat mengajak siswa
mengukur panjang meja dengan penggaris atau tali sebagai alat ukur tidak baku.
Strategi ini tidak hanya membuat
siswa lebih tertarik belajar, tetapi juga meningkatkan kemampuan berpikir
kritis dan keterampilan memecahkan masalah. Media konkret mendorong siswa untuk
berbicara, mencoba, dan menemukan solusi sendiri. Ini sejalan dengan pendekatan
pembelajaran aktif Kurikulum Merdeka saat ini. Seorang guru harus merencanakan
kegiatan secara sistematis agar strategi ini berhasil. Media yang digunakan harus sesuai dengan
tujuan pembelajaran dan tingkat perkembangan siswa. Tidak hanya itu, guru juga
harus membantu siswa tidak hanya bermain, tetapi juga berpikir tentang apa yang
mereka pelajari dari aktivitas tersebut.
Penggunaan media konkret telah
terbukti mampu mengurangi kecemasan siswa terhadap matematika dan meningkatkan
pemahaman mereka tentang konsep secara signifikan, meskipun ini memerlukan
lebih banyak persiapan. Strategi
ini menjadi bagian penting dari
pembelajaran matematika di sekolah dasar di era pembelajaran yang menekankan
keterlibatan dan kebebasan siswa. Dengan memanfaatkan benda-benda sederhana di
sekitar, guru dapat menciptakan pengalaman belajar yang menarik dan relevan.
Pada akhirnya, siswa tidak hanya mengerti Matematika, tetapi juga menikmatinya.
Penulis: Sabila Widyawati
Ilustrasi: Pinterest