Tantangan dan Harapan Masa Depan Sekolah Dasar Ramah Lingkungan
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Tantangan masa depan dalam mewujudkan sekolah dasar ramah lingkungan di Indonesia terletak pada konsistensi implementasi kebijakan di tengah dinamika perubahan sosial dan keterbatasan sumber daya ekonomi yang ada. Banyak sekolah yang pada awalnya sangat antusias dalam menjalankan program hijau, namun perlahan mengalami penurunan kualitas akibat kurangnya sistem pemeliharaan yang berkelanjutan dan dukungan dana operasional. Selain itu, hambatan paradigma yang masih menganggap pendidikan lingkungan sebagai beban tambahan dalam kurikulum yang padat sering kali menghalangi upaya integrasi nilai-nilai ekologi secara mendalam. Perlu adanya kemauan politik yang kuat dari pemerintah pusat dan daerah untuk menyediakan payung hukum dan dukungan fiskal yang memadai bagi setiap sekolah dasar untuk bertransformasi menjadi institusi hijau yang mandiri. Ketahanan program sangat bergantung pada sejauh mana nilai-nilai lingkungan tersebut telah menjadi budaya yang mendarah daging dalam setiap nafas aktivitas pendidikan di tanah air.
Di era digitalisasi, tantangan lain muncul berupa kecenderungan anak-anak untuk menghabiskan waktu lebih banyak di depan layar gawai daripada berinteraksi langsung dengan alam terbuka yang menyehatkan. Hal ini berisiko menciptakan fenomena "defisit alam" pada generasi muda yang mengakibatkan hilangnya sensitivitas emosional dan rasa tanggung jawab terhadap pelestarian lingkungan hidup di sekitarnya. Sekolah ramah lingkungan harus mampu bersaing dengan daya tarik teknologi melalui penyajian kegiatan luar ruang yang inovatif, menantang, dan memberikan pengalaman menyenangkan bagi para siswa sekolah dasar. Inovasi metode pembelajaran hijau yang menggabungkan elemen teknologi dengan observasi alam dapat menjadi solusi untuk menjembatani kesenjangan antara dunia digital dan dunia nyata secara harmonis. Transformasi pendidikan lingkungan harus mampu beradaptasi dengan karakter generasi alfa yang kritis, kreatif, dan memiliki mobilitas informasi yang sangat tinggi dan cepat.
Namun, di balik segala tantangan tersebut, terdapat harapan besar bahwa sekolah dasar ramah lingkungan akan menjadi motor penggerak utama bagi terciptanya peradaban Indonesia yang selaras dengan prinsip pembangunan berkelanjutan. Generasi yang dididik dalam ekosistem hijau akan memiliki integritas moral dan kecerdasan ekologis yang mumpuni untuk memimpin bangsa di tengah ketidakpastian kondisi iklim global yang ekstrem. Mereka akan menjadi agen perubahan yang membawa nilai-nilai keberlanjutan ke dalam setiap sektor profesi yang mereka tekuni di masa depan, mulai dari teknologi, ekonomi, hingga pemerintahan negara. Keberhasilan sekolah hijau merupakan bukti bahwa pendidikan Indonesia telah bergerak menuju arah yang benar dalam memanusiakan manusia dan memuliakan alam semesta secara utuh dan seimbang. Kita memiliki potensi besar untuk menjadi rujukan dunia dalam hal pendidikan karakter berbasis kearifan lokal yang menjunjung tinggi kelestarian lingkungan hidup nasional.
Harapan masa depan juga terletak pada semakin kuatnya kolaborasi lintas sektor yang mendukung gerakan sekolah hijau sebagai bagian dari upaya pencapaian target pembangunan berkelanjutan tingkat dunia di Indonesia. Dukungan dari masyarakat sipil, komunitas lingkungan, dan sektor swasta yang semakin masif memberikan energi tambahan bagi sekolah-sekolah di pelosok untuk tetap istiqomah dalam menjalankan program Adiwiyata. Pengembangan kurikulum pendidikan lingkungan yang lebih adaptif dan berbasis pada kearifan lokal akan memperkuat identitas kebangsaan siswa dalam menjaga kekayaan sumber daya alam yang melimpah di nusantara. Kita memimpikan setiap sekolah dasar di Indonesia menjadi oase hijau yang menyemaikan benih-benih harapan bagi terciptanya bumi yang lebih sehat, damai, dan layak huni bagi seluruh makhluk hidup. Perjuangan mewujudkan sekolah ramah lingkungan adalah perjuangan untuk menjamin hak generasi masa depan atas kehidupan yang bermartabat dan berkualitas tinggi.
Sebagai penutup, tantangan dan harapan masa depan sekolah dasar ramah lingkungan adalah cerminan dari tekad kita untuk membangun masa depan bangsa yang lebih asri dan lestari secara berkeadilan. Kita tidak boleh menyerah pada kesulitan teknis maupun ekonomi dalam menjaga amanah pelestarian alam melalui jalur edukasi karakter di tingkat dasar yang sangat krusial. Setiap langkah kecil yang kita ambil hari ini untuk menghijaukan sekolah adalah investasi besar yang akan menentukan nasib kelestarian alam Indonesia di masa yang akan datang nanti. Mari kita satukan visi dan langkah dalam mendukung gerakan sekolah ramah lingkungan demi kejayaan bangsa yang selaras dengan kemuliaan alam semesta yang agung dan indah. Dengan optimisme yang kuat dan kerja nyata, harapan untuk mewujudkan Indonesia yang hijau dan sejahtera pasti akan menjadi kenyataan yang membanggakan bagi seluruh rakyat Indonesia tercinta.
###
Penulis : Kartika Natasya Kusuma Supardi.