Teknologi Dukung Refleksi Nilai Puasa di Lingkungan Sekolah
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Pembelajaran tentang puasa tidak hanya menekankan aspek ritual. Sekolah mendorong refleksi nilai puasa melalui pendekatan digital. Siswa diajak memahami makna kesabaran dan pengendalian diri. Teknologi digunakan sebagai sarana refleksi. Pembelajaran menjadi lebih mendalam. Nilai spiritual diperkuat.
Guru mengarahkan diskusi berbasis pengalaman siswa. Refleksi dilakukan secara terstruktur. Siswa belajar menyampaikan perasaan dan pemahaman. Teknologi membantu menyusun refleksi secara sistematis. Proses ini melatih keterampilan berpikir reflektif. Pembelajaran menjadi personal.
Pendampingan guru memastikan refleksi tetap sesuai nilai pendidikan. Teknologi tidak menggantikan interaksi langsung. Guru tetap berperan sebagai pembimbing. Nilai moral menjadi fokus utama. Pembelajaran berjalan seimbang. Hubungan guru dan siswa semakin kuat.
Refleksi juga melatih empati dan kesadaran sosial. Siswa diajak memahami kondisi orang lain. Nilai berbagi diperkuat. Pendidikan karakter terintegrasi secara alami. Lingkungan sekolah menjadi lebih peduli. Proses belajar berdampak positif.
Secara keseluruhan, teknologi mendukung refleksi nilai puasa di sekolah. Pembelajaran menjadi lebih bermakna. Nilai spiritual dan sosial berkembang. Sekolah mampu memanfaatkan teknologi secara bijak. Pendidikan karakter tetap menjadi prioritas.
###
Penulis: Anisa Rahmawati