Terjemah Buku Anak Asing Jadi Upaya Pemerataan Akses Bacaan SD
Sumber: Pinterest
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Penerjemahan (terjemah) buku cerita anak internasional semakin gencar dilakukan oleh berbagai lembaga pendidikan dan perpustakaan daerah. Langkah ini bertujuan memperluas akses siswa sekolah dasar pada cerita-cerita berkualitas dari seluruh dunia.
Terjemahan buku asing membantu siswa memahami berbagai karakter, budaya, dan latar cerita unik yang sebelumnya tidak tersedia dalam bahasa Indonesia. Dengan menghadirkan cerita dari berbagai negara, siswa dapat mengenal kehidupan anak-anak di belahan dunia lain, mulai dari tradisi, nilai keluarga, hingga kebiasaan sehari-hari. Paparan ini memperkaya wawasan budaya sekaligus memperluas imajinasi mereka dalam memahami keberagaman.
Selain itu, buku terjemahan mampu memperkenalkan tema dan gaya penulisan yang berbeda dari cerita lokal. Siswa menjadi lebih terbuka terhadap variasi alur, konflik, dan cara tokoh digambarkan dalam cerita internasional. Hal ini berpengaruh positif terhadap perkembangan literasi karena anak belajar menangkap ide, memahami konteks, dan menyimpulkan pesan moral dari berbagai sumber bacaan. Dengan demikian, kegiatan membaca menjadi lebih kaya dan bermakna.
Upaya penyediaan buku terjemahan ini sejalan dengan SDG 4 yang menekankan pentingnya ketersediaan bahan bacaan berkualitas untuk seluruh anak tanpa memandang wilayah atau kondisi ekonomi. Melalui program terjemahan yang masif, sekolah di daerah terpencil pun dapat mengakses bacaan bermutu yang sebelumnya sulit ditemukan. Pemerataan akses ini memastikan bahwa setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk meningkatkan kemampuan literasinya.
Guru memanfaatkan buku terjemahan dalam kegiatan membaca bersama di kelas. Setelah membaca, siswa diajak menceritakan kembali isi cerita, berdiskusi tentang karakter, serta membandingkan nilai budaya antara cerita lokal dan cerita terjemahan. Aktivitas ini tidak hanya melatih kemampuan memahami teks, tetapi juga mengembangkan keterampilan berbicara, berpikir kritis, dan menghargai perbedaan budaya.
Melalui program terjemah buku yang luas, siswa SD memiliki kesempatan lebih besar untuk mengenal dunia dan meningkatkan kemampuan literasi mereka sejak dini. Keberagaman cerita yang mereka baca dapat menumbuhkan rasa ingin tahu, empati, serta kecintaan terhadap kegiatan membaca. Dengan dukungan guru dan ketersediaan buku yang memadai, terjemahan buku asing menjadi salah satu langkah strategis untuk menciptakan generasi literat yang siap menghadapi tantangan global.
# # #
Penulis: Nabila Mutiara Febriyanti