Transformasi Peran Guru Sekolah Dasar di Era Pembelajaran Abad ke-21
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Perubahan paradigma pendidikan abad ke-21 menuntut transformasi peran guru sekolah dasar. Guru tidak lagi berfungsi semata sebagai penyampai informasi. Peran guru berkembang menjadi fasilitator, mediator, dan pembimbing proses belajar. Perubahan ini sejalan dengan kebutuhan siswa yang semakin kompleks. Pendidikan dasar menjadi ruang awal transformasi tersebut.
Guru sekolah dasar dihadapkan pada tuntutan pedagogik yang semakin beragam. Pembelajaran perlu dirancang untuk mengembangkan kemampuan berpikir kritis dan reflektif. Guru perlu memahami karakteristik perkembangan siswa secara mendalam. Pendekatan pembelajaran harus disesuaikan dengan kebutuhan siswa. Perencanaan pembelajaran menjadi aspek yang sangat penting.
Dalam pembelajaran IPAS, guru berperan menghubungkan konsep ilmiah dengan pengalaman siswa. Guru membantu siswa memahami fenomena alam secara logis dan kontekstual. Proses ini membutuhkan kemampuan pedagogik yang kuat. Guru perlu mengarahkan diskusi agar tetap fokus pada tujuan pembelajaran. Alur pembelajaran harus dijaga secara sistematis.
Pemanfaatan teknologi digital memperkuat peran guru sebagai perancang pembelajaran. Guru memilih dan mengelola sumber belajar secara selektif. Teknologi tidak menggantikan peran guru dalam proses pembelajaran. Guru tetap bertanggung jawab terhadap kualitas pembelajaran. Pendampingan siswa menjadi kunci keberhasilan.
Transformasi peran guru perlu didukung oleh pengembangan profesional berkelanjutan. Pendidikan dasar membutuhkan guru yang adaptif dan reflektif. Guru menjadi agen perubahan dalam pembelajaran. Pembelajaran yang runtut dan bermakna dapat terwujud. Peran guru menentukan kualitas pendidikan dasar.
Penulis: Aida Meilina