Translate Digital Perluas Akses Literasi di Sekolah Dasar
Sumber: Pinterest
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya – Pemanfaatan fitur translate digital semakin dirasakan manfaatnya dalam pembelajaran di sekolah dasar, terutama untuk memperluas akses literasi bagi siswa dengan latar belakang bahasa yang beragam. Guru kini tidak hanya mengandalkan buku teks cetak, tetapi juga memanfaatkan teknologi terjemahan untuk membantu siswa memahami kosakata baru, teks bacaan sederhana, serta cerita anak dari berbagai negara.
Di kelas awal sekolah dasar, kemampuan memahami bahasa menjadi kunci keberhasilan belajar. Melalui bantuan translate, guru dapat menyederhanakan istilah sulit, menerjemahkan instruksi pembelajaran, dan menyesuaikan materi dengan tingkat perkembangan bahasa siswa. Pendekatan ini membuat proses belajar lebih inklusif dan ramah bagi anak-anak yang masih beradaptasi dengan bahasa pengantar di sekolah.
Penggunaan teknologi translate memberikan kemudahan bagi guru sekolah dasar dalam mengakses berbagai referensi internasional yang berkualitas, seperti modul literasi awal, cerita anak multikultural, serta bahan ajar tematik dari berbagai negara. Akses ini memungkinkan guru memperkaya materi pembelajaran tanpa terbatas pada sumber lokal saja, sehingga wawasan dan variasi materi yang diterima siswa menjadi lebih luas.
Materi hasil terjemahan tersebut kemudian disesuaikan dengan konteks lokal, baik dari segi bahasa, budaya, maupun tingkat perkembangan peserta didik sekolah dasar. Penyesuaian ini penting agar materi tidak hanya mudah dipahami, tetapi juga relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa. Dengan demikian, proses pembelajaran tetap berpijak pada karakteristik anak usia sekolah dasar yang membutuhkan pendekatan konkret dan kontekstual.
Praktik pemanfaatan teknologi terjemahan ini sejalan dengan tujuan SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, yang menekankan pentingnya pemerataan akses belajar bagi semua anak. Teknologi translate membantu mengurangi kesenjangan bahasa dalam pendidikan, terutama bagi sekolah yang memiliki keterbatasan sumber belajar berbahasa Indonesia atau bilingual, sehingga setiap siswa memiliki kesempatan yang sama untuk memahami materi pembelajaran.
Ke depan, sekolah dasar diharapkan mampu memanfaatkan teknologi translate secara bijak dan terarah dengan pendampingan guru yang memadai. Guru berperan penting dalam memastikan bahwa siswa tidak hanya memahami arti kata secara harfiah, tetapi juga mampu menangkap makna, konteks, dan pesan pembelajaran secara utuh. Dengan pendampingan yang tepat, teknologi terjemahan dapat menjadi sarana pendukung yang efektif dalam meningkatkan kualitas pendidikan dasar.
# # #
Penulis: Nabila Mutiara Febriyanti