Translate sebagai Media Pengayaan Vokabulari Siswa Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya —Aplikasi translate dapat membantu siswa memperluas perbendaharaan kata dengan cepat. Guru dapat mengarahkannya agar digunakan secara bijak dan terkontrol. Siswa diberi daftar kata untuk dicari artinya melalui translate. Setelah itu mereka diminta menuliskan kalimat menggunakan kata tersebut. Aktivitas ini memperkuat pemahaman makna.
Translate menjadi sarana yang sangat relevan untuk pembelajaran abad 21. Siswa tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga literasi digital. Guru mengajarkan cara memeriksa akurasi dan variasi terjemahan. Siswa memahami bahwa teknologi perlu digunakan dengan cermat. Pendekatan ini melatih berpikir kritis.
Aktivitas berbasis translate dapat dikombinasikan dengan kegiatan menulis. Setelah mencari arti kata tertentu, siswa membuat cerita menggunakan kosakata tersebut. Ini melatih kemampuan komunikasi tulis mereka. Cerita yang dibuat juga dapat dibagikan di kelas. Siswa merasa bangga dengan karya mereka.
Penggunaan translate dapat disesuaikan dengan tingkat kemampuan bahasa siswa. Guru dapat memberikan kalimat sederhana untuk diterjemahkan. Siswa belajar mengenali struktur kalimat dari dua bahasa yang berbeda. Latihan ini memperkaya pengalaman berbahasa mereka. Pembelajaran pun terasa lebih bervariasi.Translate yang digunakan dengan tepat memberikan nilai tambah bagi pembelajaran dasar. Siswa menjadi lebih akrab dengan teknologi dan bahasa asing. Guru dapat terus mengembangkan strategi kreatif berbasis aplikasi ini. Dengan demikian, pembelajaran menjadi lebih modern dan adaptif. Pendidikan dasar semakin siap menghadapi perkembangan global.
Penulis : Nia Ayu Anggraeni Sumber : Google.images