TUMBUH JADI ANAK BANGSA YANG SIAP MENJAGA NEGERI
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Menjadi warga negara yang baik bukan hanya soal mengenal
simbol-simbol negara atau hafal lagu kebangsaan, melainkan bagaimana seseorang
menjalani kehidupannya dengan penuh tanggung jawab, cinta tanah air, serta
kepedulian terhadap sesama. Karakter inilah yang perlu mulai ditanamkan sejak
anak duduk di bangku sekolah dasar. Usia ini merupakan masa emas pembentukan
jati diri, ketika nilai-nilai seperti kejujuran, kedisiplinan, gotong royong,
dan tanggung jawab mulai tertanam kuat dalam keseharian. Sekolah bukan hanya
tempat menimba ilmu, tapi juga ladang subur untuk menumbuhkan semangat
kebangsaan dan etika sebagai warga negara yang beradab.
Namun,
membentuk karakter siswa sebagai warga negara yang bertanggung jawab bukanlah
proses yang instan. Dalam keseharian, tantangan datang dari pengaruh media,
budaya instan, dan kurangnya keteladanan di lingkungan sekitar. Oleh karena
itu, pendekatan pendidikan karakter harus menyatu dengan seluruh kegiatan
pembelajaran. Guru berperan sebagai teladan, bukan hanya pengajar. Kegiatan
seperti simulasi musyawarah kelas, kerja bakti lingkungan, pengelolaan program
kelas, atau proyek sosial kecil dapat menjadi wahana nyata untuk menanamkan
tanggung jawab dan kepedulian sosial. Kolaborasi dengan keluarga dan masyarakat
juga menjadi penting agar nilai-nilai yang diajarkan di sekolah dapat konsisten
dipraktikkan di rumah dan lingkungan.
Jika
siswa terbiasa dilibatkan dalam kegiatan yang mengasah empati, tanggung jawab,
dan cinta terhadap lingkungan dan sesama, maka mereka tumbuh menjadi pribadi
yang siap menjaga negeri ini dengan sepenuh hati. Karakter bangsa yang kuat
bermula dari pribadi-pribadi kecil yang dibimbing dengan nilai dan keteladanan.
Karena sejatinya, mencintai Indonesia bukan hanya soal kata, tetapi tentang
sikap dan tindakan nyata sejak usia muda. Dan dari ruang-ruang kelas yang penuh
semangat itulah harapan negeri ini terus bertumbuh.
###
Penulis: Sevian
Dokumentasi:
Freepik