Ujung Jari yang Kreatif: SD Mengenalkan Nilai Integritas Lewat Karya Orisinal Siswa
S2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — SD Negeri 5 Surabaya meluncurkan program pembelajaran inovatif bernama “Ujung Jari yang Kreatif” yang menggabungkan keterampilan pendidikan tangan dengan nilai integritas dan penghargaan terhadap karya orisinal. Program ini dirancang untuk menunjukkan bahwa setiap gerakan tangan siswa dapat menghasilkan karya yang unik dan berharga jika dibuat dengan integritas. Selama satu semester, siswa diajak untuk membuat berbagai jenis karya kreatif yang melibatkan keterampilan motorik halus, seperti melipatgandakan, membuat origami, melukis dengan tangan, dan membuat mainan dari bahan alam.
Setiap jenis aktivitas dalam program ini memiliki tujuan khusus untuk mengembangkan kesadaran tentang orisinalitas. Misalnya, dalam kegiatan transmisi, siswa tidak hanya mengikuti pola yang diberikan tetapi juga diajak untuk menciptakan pola kecil sendiri yang ditambahkan ke dalam karya mereka. Hal ini membuat setiap hasil rajutan siswa memiliki ciri khas yang berbeda satu sama lain. Guru juga mengajarkan siswa untuk menandai karya mereka dengan simbol khusus yang mereka ciptakan sendiri, sebagai tanda bahwa karya tersebut adalah hasil karya asli mereka.
Pameran karya siswa menjadi bagian penting dari program ini, di mana semua hasil karya kreatif siswa dipajang di halaman sekolah dan dibuka untuk umum selama satu minggu. Pengunjung yang datang, termasuk orang tua siswa, warga sekitar, dan siswa dari sekolah lain, diajak untuk melihat dan menghargai setiap karya yang ditampilkan. Setiap karya memiliki kartu informasi yang berisi nama siswa pembuat, kelas, dan cerita tentang bagaimana ide karya tersebut terbentuk. Hal ini membantu pengunjung memahami proses kreatif dan nilai orisinalitas yang terkandung di dalamnya.
Selain membuat karya sendiri, siswa juga mengajarkan tentang pentingnya tidak menggunakan karya orang lain tanpa izin. Guru memberikan contoh kasus sederhana tentang bagaimana karya asli harus dihormati, seperti tidak menyalin desain teman sekelas atau tidak menggunakan gambar dari internet tanpa menyebutkan sumbernya. Siswa juga diajak untuk bekerja sama dalam beberapa kelompok proyek, di mana setiap anggota kelompok harus berkontribusi dengan ide dan karya asli mereka sendiri untuk menghasilkan hasil akhir yang menggabungkan semua kreativitas anggota kelompok.
Program ini telah memberikan dampak positif pada perkembangan karakter siswa, dengan banyak siswa yang lebih percaya diri dalam menunjukkan karya mereka dan lebih menghargai usaha teman sekelasnya. Beberapa karya siswa bahkan dipilih untuk diikuti dalam lomba kerajinan tangan tingkat kota dan berhasil meraih penghargaan. Sekolah berencana untuk mengembangkan program ini dengan menambahkan lebih banyak jenis aktivitas kreatif dan bekerja sama dengan seniman lokal untuk memberikan pelatihan lebih lanjut kepada siswa yang menunjukkan minat dan bakat khusus dalam bidang seni.
###
Penulis: Ailsa Widya Imamatuzzadah