WhatsApp Web Dorong Kerja Sama Siswa dalam Mendukung SDGs Pendidikan Bermutu
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — WhatsApp Web mulai dimanfaatkan untuk meningkatkan kerja sama siswa
dalam tugas bersama. Guru menggunakan fitur pesan cepat untuk mengatur
koordinasi antar kelompok. Cara ini membantu siswa memahami pentingnya
komunikasi dalam pembelajaran.
Pemanfaatan
WhatsApp Web di lingkungan sekolah dasar kini menjadi bagian dari upaya
menciptakan pendidikan yang lebih kolaboratif. Pesan singkat yang dikirim
melalui perangkat kelas memungkinkan siswa menyampaikan ide dengan cara
sederhana namun efektif. Situasi ini menghadirkan ruang komunikasi yang lebih
teratur dan mudah dipantau sehingga setiap anggota kelompok mendapat kesempatan
berkontribusi.
Penggunaan
platform ini semakin relevan karena prinsip SDGs Pendidikan Bermutu mendorong
pembelajaran yang inklusif dan aktif. Siswa yang biasanya pasif dalam diskusi
tatap muka mulai berani bertanya melalui pesan yang lebih personal. Keberanian
ini memperluas interaksi dan membuat kerja kelompok berjalan lebih merata. Guru
menyampaikan bahwa perubahan kecil dalam pola komunikasi dapat membentuk sikap
kolaboratif yang kuat pada usia sekolah dasar.
Di
beberapa kesempatan, pesan yang dikirim melalui WhatsApp Web berisi rangkuman
ide sementara sebelum dibahas dalam diskusi kelas. Siswa menjadi terbiasa
menyampaikan pendapat dengan kalimat jelas dan tertata. Sikap ini mendukung
tujuan pembelajaran abad dua puluh satu yang menekankan keterampilan
berkomunikasi. Ketika ide sudah tersusun, proses diskusi langsung di kelas
berlangsung lebih singkat dan terarah.
Tidak
sedikit siswa yang menyatakan bahwa mereka merasa lebih nyaman mengirim pesan
dibanding berbicara langsung. Kenyamanan ini menjadi langkah awal untuk melatih
keberanian mereka dalam berkomunikasi. Melalui fitur seperti balasan cepat,
siswa dapat menanggapi ide teman dalam waktu singkat sehingga interaksi terasa
lebih hidup. Dampak ini menunjukkan bahwa teknologi sederhana dapat membantu
pembentukan karakter kolaboratif.
Orang
tua juga mulai melihat perubahan ketika anak menjadi lebih bertanggung jawab
dalam mengatur tugas kelompok. Mereka mengamati bahwa anak lebih sering
memeriksa pesan tugas dan memastikan kontribusinya tidak tertinggal. Kebiasaan
ini menunjukkan bahwa penggunaan teknologi dapat mendukung pembelajaran yang
disiplin ketika diarahkan dengan baik. Guru pun memberikan pengawasan agar
percakapan tetap fokus pada tujuan sekolah.
Di
tengah perkembangan teknologi yang terus bergulir, upaya kecil seperti
pemanfaatan WhatsApp Web memberi warna baru bagi dunia pendidikan dasar. Siswa
makin terbiasa bekerja dalam kelompok melalui komunikasi yang teratur dan
terpandu. Cara ini memperlihatkan bahwa teknologi yang sederhana sekalipun
dapat menjadi jembatan untuk memperkuat nilai kolaborasi yang menjadi bagian
penting dari SDGs Pendidikan Bermutu.
###
Penulis: Sevian Ageng Wahono