WhatsApp Web Jadi Media Komunikasi Pembelajaran Bahasa di SD
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Pembelajaran berbasis digital terus dikembangkan di sekolah dasar. Kali ini, guru menunjukkan cara memanfaatkan WhatsApp Web sebagai sarana latihan komunikasi sederhana dalam bahasa asing. Melalui platform ini, siswa dapat melihat bagaimana bahasa digunakan dalam percakapan nyata, bukan hanya contoh di buku. Penggunaan WhatsApp Web juga dikaitkan dengan penguatan literasi digital dalam SDGs nomor 4, sehingga siswa tidak hanya belajar bahasa, tetapi juga belajar memanfaatkan teknologi dengan lebih produktif dan bertanggung jawab.
Guru mengawali kegiatan dengan menjelaskan bahwa WhatsApp Web memungkinkan siswa melihat percakapan dalam tampilan yang lebih besar sehingga struktur dialog lebih mudah diamati. Guru menyiapkan contoh pesan salam dan ungkapan dasar dalam beberapa bahasa, lengkap dengan variasi formal dan nonformal. Siswa diminta mengamati ciri khas setiap bahasa, mulai dari susunan kata hingga ekspresi yang digunakan, sebagai langkah awal memahami keragaman cara berkomunikasi di berbagai negara.
Setelah itu, siswa diminta membuat pesan singkat berupa sapaan dalam dua bahasa yang telah dipilih sebelumnya. Mereka mengirimkan pesan tersebut ke grup belajar kelas melalui WhatsApp Web yang ditampilkan pada layar proyektor, sehingga seluruh siswa dapat melihat proses pengiriman dan hasil pesan secara langsung. Siswa lainnya mencoba menebak bahasa, arti pesan, serta memeriksa apakah penggunaan kata sudah sesuai konteks. Suasana kelas menjadi interaktif karena siswa saling memberi umpan balik.
Aktivitas ini membantu siswa memahami bahwa komunikasi lintas bahasa membutuhkan ketepatan kata, pemilihan salam yang sesuai, dan kejelasan pesan agar tidak menimbulkan salah tafsir. Guru menekankan bahwa penggunaan teknologi seperti WhatsApp Web harus tetap memperhatikan etika digital, termasuk menjaga kata-kata yang sopan, tidak mengirim pesan berulang, dan memahami batasan dalam berkomunikasi secara daring. Kesadaran ini menjadi bagian penting dari kompetensi literasi digital yang harus dikuasai siswa sejak dini.
Melalui refleksi akhir, siswa menyebut bahwa mereka merasa pembelajaran menjadi lebih nyata karena bahasa digunakan dalam konteks komunikasi asli yang dapat mereka lihat dan praktikkan secara langsung. Beberapa siswa mengaku lebih percaya diri mencoba menggunakan bahasa asing karena terbiasa mengetikkan pesan sederhana. Kegiatan ini mendorong mereka memahami manfaat teknologi dalam pendidikan sekaligus menyadari bahwa komunikasi global membutuhkan kemampuan berbahasa dan etika digital yang baik.
###
Penulis: Anisa Rahmawati
Gambar: Pinterest