WhatsApp Web Jadi Ruang Berbagi Jurnal Belajar yang Mudah dan Menyenangkan di SD
s2dikdas.fip.unesa.ac.id,
Surabaya — Berbagi jurnal belajar kini semakin mudah melalui layanan WhatsApp
Web. Siswa dapat mengirim catatan harian dengan cepat tanpa hambatan jarak.
Cara ini membantu mereka membangun kebiasaan refleksi yang lebih teratur.
Berkembangan
teknologi mendorong cara baru dalam mendukung kebiasaan menulis sejak usia
sekolah dasar. Banyak siswa mulai mengekspresikan pemahaman pelajaran lewat
jurnal singkat yang dibagikan secara daring. Kebiasaan ini sejalan dengan upaya
memperkuat literasi digital di usia dini agar siswa siap menghadapi tuntutan
abad informasi.
Dalam
praktiknya, WhatsApp Web memberi kemudahan bagi siswa untuk merangkum isi
pelajaran dengan bahasa mereka sendiri. Catatan belajar yang dikirim dapat
berupa ringkasan singkat, pertanyaan, atau pemahaman penting yang dirasakan
paling berarti bagi mereka. Guru juga dapat membaca setiap kiriman lebih cepat
dan memberikan tanggapan yang membangun.
Kegiatan
berbagi jurnal ini menghadirkan manfaat yang tidak hanya berkaitan dengan
kemampuan menulis, tetapi juga penguatan komunikasi santun di ruang digital.
Siswa belajar memilih kata yang tepat agar pesan mereka mudah dipahami oleh
pembaca. Aspek ini menjadi bagian dari pendidikan karakter yang sangat penting
di jenjang sekolah dasar.
Selain
itu, kebiasaan berbagi jurnal memberi ruang bagi siswa untuk menumbuhkan rasa
percaya diri. Mereka merasa dilibatkan dalam proses belajar karena pendapat
mereka benar benar dihargai. Situasi ini mendorong munculnya semangat baru
untuk memahami materi dengan lebih teliti.
Di
sisi lain, guru melihat cara ini sebagai kesempatan untuk membaca perkembangan
belajar dari sudut pandang siswa. Berbagai catatan yang dikirim menunjukkan
pola pemahaman serta tantangan yang dirasakan setiap hari. Informasi ini
membantu guru menyesuaikan pendekatan agar kegiatan belajar lebih tepat
sasaran.
Dengan
dukungan teknologi sederhana seperti WhatsApp Web, kebiasaan berbagi jurnal
belajar menjadi kegiatan yang menyenangkan bagi siswa SD. Cara ini menunjukkan
bahwa inovasi yang dekat dengan kehidupan sehari hari mampu memperkaya proses
pendidikan dan membuka peluang baru untuk menumbuhkan budaya refleksi sejak
usia dini.
###
Penulis: Sevian Ageng Wahono