WhatsApp Web Mendukung Transparansi Informasi Akademik di Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Transparansi informasi akademik merupakan salah satu faktor penting dalam menciptakan kepercayaan antara sekolah dan orang tua siswa sekolah dasar. Orang tua perlu mengetahui informasi pembelajaran secara jelas agar dapat memahami proses belajar yang dijalani anaknya. WhatsApp Web hadir sebagai sarana komunikasi yang membantu sekolah menyampaikan informasi akademik secara terbuka dan mudah diakses. Pemanfaatan ini mendukung SDGs poin 4 tentang pendidikan berkualitas yang inklusif dan partisipatif.
Melalui WhatsApp Web, guru dapat membagikan informasi seperti agenda pembelajaran mingguan, pengumuman kegiatan sekolah, serta pemberitahuan terkait penilaian secara tertulis dan terstruktur. Informasi yang disampaikan secara jelas membantu orang tua memahami apa yang sedang dipelajari anak di sekolah. Dengan akses melalui perangkat komputer, guru juga dapat menyusun pesan dengan lebih rapi dan sistematis.
Transparansi informasi akademik membantu orang tua merasa lebih terlibat dalam proses pendidikan anak. Orang tua tidak hanya menerima laporan hasil belajar di akhir semester, tetapi juga memahami proses yang dilalui anak dari waktu ke waktu. Hal ini membuat orang tua lebih siap memberikan dukungan yang sesuai di rumah, baik dalam belajar maupun dalam pembentukan sikap.
Selain itu, keterbukaan informasi melalui WhatsApp Web dapat meminimalkan kesalahpahaman antara sekolah dan orang tua. Informasi yang terdokumentasi dengan baik dapat dibaca ulang jika diperlukan. Hal ini menciptakan komunikasi yang lebih tenang, jelas, dan saling menghargai antara kedua belah pihak.
Dengan memanfaatkan WhatsApp Web untuk mendukung transparansi informasi akademik, sekolah dasar dapat membangun hubungan yang lebih positif dengan orang tua. Lingkungan belajar yang terbuka dan saling percaya akan berdampak pada kenyamanan siswa dalam belajar. Upaya ini menunjukkan komitmen sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan yang berkelanjutan sesuai dengan SDGs poin 4.
###
Penulis: Nadya Ulya Octavianisa