YouTube Mendukung Pembelajaran Berbasis Cerita di Sekolah Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Pembelajaran di sekolah dasar akan lebih mudah diterima siswa jika disampaikan melalui cerita. Cerita membantu siswa memahami materi secara alami karena disajikan dalam alur yang dekat dengan kehidupan mereka. Namun, tidak semua guru memiliki cukup waktu atau sumber untuk menghadirkan cerita yang menarik dalam setiap pembelajaran. YouTube dapat dimanfaatkan sebagai media pendukung untuk menghadirkan pembelajaran berbasis cerita yang kontekstual. Pemanfaatan ini sejalan dengan SDGs poin 4 tentang peningkatan kualitas pendidikan yang ramah anak.
Melalui YouTube, guru dapat memilih video cerita edukatif yang mengandung pesan pembelajaran sesuai materi. Cerita yang disajikan dalam bentuk audiovisual membantu siswa memahami konsep secara tidak langsung tanpa merasa sedang belajar secara formal. Siswa lebih mudah menangkap pesan karena disampaikan melalui tokoh dan alur cerita yang menarik.
Pembelajaran berbasis cerita juga membantu mengembangkan imajinasi dan empati siswa. Saat menonton cerita, siswa belajar memahami sudut pandang tokoh, nilai-nilai kebaikan, serta sebab akibat dari suatu peristiwa. Hal ini mendukung perkembangan sosial dan emosional siswa sejak usia dini.
Peran guru tetap penting dalam mengarahkan penggunaan YouTube agar cerita yang dipilih sesuai dengan tujuan pembelajaran. Guru dapat mengaitkan isi cerita dengan materi pelajaran dan mengajak siswa berdiskusi setelah menonton. Diskusi sederhana membantu siswa memahami pesan cerita secara lebih mendalam.
Dengan memanfaatkan YouTube untuk mendukung pembelajaran berbasis cerita, proses belajar menjadi lebih menyenangkan dan bermakna bagi siswa sekolah dasar. Siswa tidak hanya memahami materi, tetapi juga menyerap nilai-nilai positif melalui cerita. Pendekatan ini menunjukkan upaya menciptakan pembelajaran yang berkualitas dan berpusat pada siswa sesuai dengan SDGs poin 4.
###
Penulis: Nadya Ulya Octavianisa