AI Generatif dan Perubahan Relasi Kuasa antara Mahasiswa dan Dosen
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya - Penggunaan AI generatif di kalangan mahasiswa tidak hanya memengaruhi cara belajar, tetapi juga menggeser relasi kuasa akademik. Teknologi ini memberi mahasiswa akses pada sumber pengetahuan dan produksi teks yang sebelumnya dimediasi penuh oleh dosen. Mahasiswa kini dapat tampil lebih percaya diri dalam diskusi dan tugas tertulis. Namun perubahan ini juga menimbulkan ketegangan baru. Dosen tidak lagi menjadi satu satunya otoritas pengetahuan. Pendidikan berkualitas menghadapi tantangan ketika otoritas akademik bergeser tanpa diimbangi kedewasaan reflektif. Relasi belajar memasuki fase yang lebih kompleks.
Relasi kuasa akademik selama ini dibangun melalui penguasaan materi dan pengalaman intelektual. AI generatif meratakan sebagian ketimpangan akses tersebut. Mahasiswa dapat memperoleh penjelasan yang setara dengan cepat. Namun kesetaraan akses tidak selalu berarti kesetaraan pemahaman. Dosen menghadapi tantangan membedakan antara keberanian berbicara dan kedalaman berpikir.
Ketika relasi kuasa berubah, peran dosen juga perlu diredefinisi. Dosen tidak lagi hanya berfungsi sebagai sumber jawaban. Mereka menjadi penjaga kualitas berpikir dan penalaran. Tantangan muncul ketika mahasiswa terlalu percaya pada otoritas teknologi. Pendidikan berkualitas menuntut dosen tetap hadir sebagai penyeimbang kritis.
AI generatif juga memengaruhi dinamika evaluasi. Mahasiswa dapat memanfaatkan teknologi untuk memenuhi ekspektasi formal dosen. Hal ini berpotensi mengaburkan proses belajar yang sesungguhnya. Dosen dituntut lebih jeli membaca konteks dan argumen. Relasi kuasa berubah dari kontrol ke dialog.
Dimensi etika menjadi kunci dalam relasi baru ini. Mahasiswa perlu memahami bahwa akses teknologi tidak menghapus tanggung jawab intelektual. Dosen berperan menanamkan kesadaran tersebut. Tanpa etika, relasi kuasa berisiko bergeser menjadi relasi manipulatif.
Pendidikan berkualitas menuntut relasi yang setara namun reflektif. AI dapat menjadi jembatan dialog, bukan alat dominasi. Dosen dan mahasiswa perlu membangun relasi berbasis kepercayaan dan tanggung jawab.
Pada akhirnya, perubahan relasi kuasa bukan ancaman jika dikelola secara sadar. AI generatif dapat memperkaya interaksi akademik jika ditempatkan dalam kerangka nilai yang jelas.
###
Penulis: Resinta Aini Zakiyah