Cuaca Tidak Stabil Menjadi Tantangan Lingkungan bagi Pendidikan Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Cuaca yang semakin tidak stabil menjadi tantangan lingkungan yang serius bagi pendidikan dasar. Perubahan pola cuaca yang sulit diprediksi berdampak pada aktivitas sekolah dan kondisi belajar siswa. Fenomena seperti hujan lebat mendadak atau suhu yang sangat panas memengaruhi kenyamanan dan keamanan lingkungan belajar.
Banyak sekolah dasar yang harus beradaptasi dengan kondisi cuaca yang berubah-ubah. Dalam beberapa kasus, kegiatan belajar harus disesuaikan demi menjaga keselamatan siswa. Hal ini menunjukkan bahwa cuaca memiliki peran penting dalam perencanaan dan keberlangsungan pendidikan dasar.
Pengenalan materi cuaca di sekolah dasar menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran siswa terhadap lingkungan. Anak-anak belajar mengenali tanda-tanda cuaca dan memahami dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari. Pemahaman ini membantu siswa menjadi lebih tanggap terhadap kondisi alam di sekitar mereka.
Dalam kerangka SDGs, isu cuaca berkaitan erat dengan SDGs poin 13 dan SDGs poin 11 tentang Ketahanan Lingkungan. Pendidikan berperan sebagai sarana utama dalam membangun kesadaran dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap tantangan lingkungan di masa depan.
Dengan edukasi yang tepat, siswa sekolah dasar diharapkan tumbuh menjadi generasi yang peduli lingkungan. Kesadaran ini menjadi modal penting dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang selaras dengan alam.
###
Penulis: Salsa Billa Aulia