Alarm Keras dari Data TKA 2025 dan PISA dalam Menakar Efektivitas Transformasi Kurikulum pada Jenjang Pendidikan Dasar
s2dikdas.fip.unesa.ac.id, Surabaya — Data terbaru dari TKA 2025 yang memperkuat temuan PISA menjadi sebuah alarm keras yang memaksa kita untuk menakar kembali efektivitas transformasi kurikulum yang tengah berjalan. Pendidikan dasar sebagai fondasi utama pembangunan karakter dan intelektualitas anak bangsa kini sedang berada di bawah sorotan tajam akibat capaian akademik yang belum menggembirakan. Meskipun berbagai inovasi kurikulum telah diluncurkan, hasil tes menunjukkan bahwa kemampuan dasar siswa dalam literasi dan numerasi masih memerlukan perhatian ekstra yang sangat serius. Fenomena ini mengindikasikan adanya hambatan dalam proses implementasi di tingkat akar rumput yang membuat pesan transformasi kurikulum tidak tersampaikan secara utuh di kelas. Oleh karena itu, diperlukan evaluasi kritis mengenai sejauh mana kurikulum saat ini benar-benar mampu menjawab kebutuhan kompetensi siswa di abad ke-21.
Penakaran efektivitas kurikulum harus dilakukan dengan melihat keterkaitan antara desain kebijakan dan kualitas interaksi instruksional antara guru dan siswa di sekolah dasar. Hasil TKA 2025 yang menguatkan temuan PISA menunjukkan bahwa fleksibilitas kurikulum belum sepenuhnya diimbangi dengan kesiapan pedagogis pendidik dalam merancang pembelajaran yang inovatif. Banyak sekolah yang masih terjebak pada pola pengajaran lama namun menggunakan label kurikulum baru, sehingga esensi dari transformasi pendidikan tidak dirasakan oleh peserta didik. Dosen dan peneliti pendidikan dasar ditantang untuk menemukan model pendampingan yang lebih efektif agar guru mampu menerjemahkan semangat kurikulum ke dalam praktik kelas yang bermutu. Alarm ini bukan untuk mencari siapa yang salah, melainkan untuk memastikan bahwa setiap perubahan kebijakan membawa dampak positif pada peningkatan skor akademik nasional.
Selain kesiapan guru, ketersediaan sumber belajar yang berkualitas dan relevan juga menjadi faktor penentu dalam mengukur kesuksesan transformasi kurikulum di jenjang sekolah dasar. Temuan PISA dan TKA 2025 mencerminkan adanya keterbatasan akses siswa terhadap bahan bacaan yang merangsang kemampuan berpikir kritis dan daya analisis yang tajam. Transformasi kurikulum seharusnya dibarengi dengan penyediaan sarana prasarana yang mendukung terciptanya ekosistem belajar yang literat serta menantang secara intelektual bagi anak-anak. Pendidikan dasar yang kuat adalah pendidikan yang mampu memberikan fasilitas merata bagi seluruh siswa untuk bereksplorasi sesuai dengan minat dan bakat mereka secara optimal. Tanpa dukungan fasilitas yang memadai, transformasi kurikulum hanya akan menjadi dokumen administratif yang tidak memiliki korelasi kuat dengan peningkatan mutu lulusan sejati.
Evaluasi terhadap efektivitas kurikulum juga perlu mempertimbangkan beban kerja administratif guru yang sering kali menghambat fokus mereka dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di dalam kelas. Alarm keras dari TKA 2025 mengisyaratkan bahwa energi guru lebih banyak terserap pada laporan formalitas dibandingkan pada inovasi pengajaran yang menyentuh kebutuhan siswa. Pemerintah dan institusi pendidikan tinggi harus bersinergi untuk menyederhanakan birokrasi pendidikan agar guru memiliki waktu lebih banyak untuk melakukan refleksi dan perbaikan kualitas pengajaran. Standar mutu pendidikan dasar hanya dapat ditingkatkan jika seluruh komponen pendukung kurikulum bergerak secara harmonis dalam satu visi yang sama. Penataan ulang sistem pendukung kurikulum menjadi langkah krusial agar alarm serius ini tidak berlanjut menjadi krisis pendidikan yang berkepanjangan bagi bangsa kita.
Sebagai penutup, menakar efektivitas transformasi kurikulum melalui data TKA 2025 dan PISA adalah bentuk tanggung jawab intelektual untuk menyelamatkan masa depan pendidikan dasar. Kita tidak boleh membiarkan kegagalan pencapaian akademik ini menjadi hal yang lumrah tanpa ada upaya perbaikan yang sistemik serta berkelanjutan dari semua pihak. Pendidikan dasar yang berkualitas adalah kunci bagi kemajuan peradaban bangsa yang ingin bersaing secara sehat di tingkat internasional pada masa mendatang. Mari kita gunakan alarm keras ini sebagai momentum untuk melakukan lompatan besar dalam meningkatkan kualitas proses dan hasil pembelajaran di sekolah dasar. Melalui komitmen kolektif dan kebijakan yang tepat sasaran, kita yakin dapat mengubah data negatif ini menjadi peluang bagi kebangkitan mutu pendidikan Indonesia.
###
Penulis : Indriani Dwi Febrianti